Siapa Anak dan Istri Ono Surono? Wakil Ketua DPRD Jabar dari Partai PDIP yang Kini Diperiksa KPK. Bukan Orang Sembarangan?

Siapa Anak dan Istri Ono Surono? Wakil Ketua DPRD Jabar dari Partai PDIP yang Kini Diperiksa KPK. Bukan Orang Sembarangan?

Ono-Instagram-

Siapa Anak dan Istri Ono Surono? Wakil Ketua DPRD Jabar dari Partai PDIP yang Kini Diperiksa KPK. Bukan Orang Sembarangan?

Nama Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, kini menjadi sorotan nasional. Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (15/1/2026) terkait dugaan kasus suap yang melibatkan Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi nonaktif. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih, Jakarta, dan menandai babak baru dalam karier panjang seorang tokoh yang dikenal sebagai “nelayan politik” dari pesisir utara Jawa.



Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Ono Surono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Barat periode 2025–2030—jabatan strategis yang ia pegang setelah melewati perjalanan politik lebih dari dua dekade. Fakta bahwa baik Ono maupun Ade Kuswara sama-sama berasal dari partai yang sama menambah kompleksitas kasus ini, memicu pertanyaan publik tentang dinamika internal PDIP di tingkat daerah.

Dari Usaha Perikanan ke Dunia Politik: Jejak Karier Ono Surono
Lahir di Indramayu, 24 Agustus 1974, Ono Surono bukanlah politikus biasa. Ia tumbuh di tengah komunitas nelayan, lingkungan yang membentuk karakternya sebagai pejuang rakyat kecil. Lulusan Universitas Trisakti (1996) ini tidak langsung terjun ke politik, melainkan memulai hidupnya dengan membuka usaha di bidang perikanan tangkap dan budidaya—sebuah keputusan yang justru menjadi fondasi kekayaannya di masa depan.

Pada 1997, ia memperluas bisnisnya dengan menjadi supplier produk dan sarana pertambangan, menunjukkan naluri wirausaha yang tajam sejak muda. Namun, hatinya tetap tertambat pada dunia kelautan. Pada 2008, Ono dipercaya menjadi Ketua Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, koperasi perikanan terbesar di Jawa Barat dari segi produksi ikan laut. Di bawah kepemimpinannya, Mina Sumitra menjadi simbol keberdayaan nelayan tradisional.


Selain itu, sejak 2011, ia juga menjabat sebagai Ketua Pusat Koperasi Unit Desa Mina Laksana Mukti, serta pernah memimpin KPL Mina Sumitra Indramayu. Jejaknya di dunia perikanan begitu kuat hingga ia aktif di berbagai organisasi strategis, seperti Ketua Kompartemen Perikanan dan Kelautan Kadin Indramayu, Anggota Dewan Pakar Dekopin Wilayah Jawa Barat, dan Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN).

Warisan Politik Keluarga dan Kiprah di PDIP
Minat Ono Surono terhadap politik tak datang dari ruang hampa. Ayahnya, H. Mustakim, adalah salah satu tokoh senior PDIP di Indramayu. Warisan politik inilah yang mendorong Ono bergabung dengan PDIP sejak 1998, awalnya sebagai Wakil Bendahara Pengurus Anak Cabang PDIP Kecamatan Indramayu.

Karier politiknya melesat cepat. Antara 2000–2005, ia menjabat sebagai Wakil Bendahara sekaligus Sekretaris DPC PDIP Kecamatan Indramayu. Pada 2004, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu—langkah pertamanya di legislatif. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Indramayu (2005–2010).

Puncaknya datang pada 2009, ketika ia ditunjuk sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Barat—jabatan yang ia pertahankan hingga kini, termasuk dalam periode 2019–2024 dan kembali diperpanjang untuk 2025–2030. Selama masa itu, ia juga duduk sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VIII (2019–2024).

Pada Pemilu 2024, Ono memilih turun ke level provinsi dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, lalu ditunjuk sebagai Wakil Ketua—posisi yang kini sedang diuji oleh sorotan KPK.

Jejaring Organisasi dan Peran Sosial yang Luas
Di luar jabatan formal, Ono Surono dikenal sebagai figur yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai:

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
Wakil Ketua BPC HIPMI Kabupaten Indramayu
Ketua DPC HNSI Indramayu
Anggota Dewan Pakar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)
Pengurus Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI)
Keterlibatannya yang luas menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan—bidang yang jarang mendapat perhatian politisi urban.

Harta Kekayaan Ono Surono: Gaya Hidup Sederhana atau Investasi Cerdas?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024, total kekayaan Ono Surono tercatat sebesar Rp6.019.065.572. Namun, angka ini merupakan kekayaan bersih setelah dikurangi utang. Total asetnya sebelum pengurangan utang mencapai Rp9.107.250.000, dengan utang sebesar Rp3.088.184.428.

Rincian Aset Ono Surono:
1. Tanah dan Bangunan (Total: Rp6.750.000.000)

Properti di Indramayu (171 m² bangunan + 45 m² tanah): Rp750 juta
Lahan 5.120 m² di Indramayu: Rp500 juta
Lahan 3.452 m² di Indramayu: Rp500 juta
Rumah di Karanganyar (400 m² tanah + 200 m² bangunan): Rp1 miliar
Properti premium di Bandung (400 m² tanah + 350 m² bangunan): Rp4 miliar
2. Alat Transportasi dan Mesin (Total: Rp1.674.000.000)
Ono Surono dikenal sebagai kolektor kendaraan klasik dan modern. Armadanya mencakup:

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya