Tragedi Kematian Jurnalis Rico Sampurna Pasaribu: Jeritan Anak Sulung di Sidang Uji UU Peradilan Militer yang Mengguncang Nurani Bangsa

Tragedi Kematian Jurnalis Rico Sampurna Pasaribu: Jeritan Anak Sulung di Sidang Uji UU Peradilan Militer yang Mengguncang Nurani Bangsa

Rico-Instagram-

Baca juga: Vonis Ringan untuk Laras Faizati: Hanya 6 Bulan Masa Percobaan, Langsung Bebas dari Tahanan!

Mengapa Ini Penting bagi Demokrasi Indonesia?
Kasus Rico Sampurna Pasaribu bukan hanya soal satu keluarga yang hancur. Ini adalah ujian nyata bagi komitmen Indonesia terhadap kebebasan pers, supremasi hukum, dan kesetaraan di mata hukum. Ketika jurnalis dibunuh karena memberitakan kebenaran, dan pelakunya bisa bersembunyi di balik seragam serta sistem peradilan tertutup, maka demokrasi sedang dalam bahaya.



Organisasi kebebasan pers nasional maupun internasional telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas kasus ini. Mereka menyerukan reformasi mendesak terhadap UU Peradilan Militer agar tidak lagi menjadi tameng bagi pelaku kejahatan beruniform.

Penutup: Api yang Tak Boleh Padam
Meski tubuh Rico dan keluarganya hangus dalam api, semangat kebenaran yang ia perjuangkan justru menyala lebih terang. Melalui suara Eva—yang kini menjadi juru bicara bagi mereka yang tak lagi bisa bersuara—bangsa ini diingatkan bahwa keadilan bukanlah hak istimewa, melainkan kewajiban negara.

Mahkamah Konstitusi kini memegang kunci penting. Keputusan mereka dalam perkara No. 260/PUU-XXIII/2025 tidak hanya akan menentukan nasib dua keluarga korban, tetapi juga arah masa depan penegakan hukum di Indonesia.


Karena di balik setiap jurnalis yang dibungkam, ada ribuan kebenaran yang menunggu untuk diungkap. Dan di balik setiap air mata korban, ada seruan universal: Jangan biarkan keadilan mati.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya