Tragedi di Lereng Slamet: Pendaki Muda Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 17 Hari Pencarian Intensif
Syafiq-Instagram-
Baca juga: BPOM Tarik Dua Batch Susu S-26 Promil Gold: Ini yang Perlu Orang Tua Ketahui
Duka yang Menyatukan Komunitas
Penemuan jenazah Syafiq bukan hanya mengakhiri ketidakpastian, tetapi juga membuka luka mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan sesama pendaki. Di media sosial, tagar #RIPSyafiqAli sempat menjadi trending, dengan ribuan unggahan doa, kenangan, dan ajakan untuk lebih menghargai keselamatan di alam bebas.
Bagi komunitas pencinta alam, insiden ini menjadi momentum refleksi kolektif. Banyak yang menyerukan perlunya standarisasi pelatihan dasar pendakian, sistem registrasi pendaki yang lebih ketat, serta edukasi tentang mitigasi risiko di gunung-gunung populer seperti Slamet, Semeru, atau Rinjani.
Langkah Selanjutnya: Evakuasi dan Penghormatan Terakhir
Saat ini, jenazah Syafiq sedang dalam proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju posko utama di Desa Clekatakan. Setelah tiba, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai tradisi dan keyakinan yang dianut.
Sementara itu, pihak Taman Nasional Gunung Slamet (TNGS) dan BPBD Kabupaten Pemalang menyatakan akan mengevaluasi protokol keamanan pendakian, termasuk kemungkinan pembatasan akses ke jalur-jalur berisiko tinggi selama musim hujan.