Cari Peluang di Tengah Tekanan Pasar! Inilah Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026
saham-pixabay-
Cari Peluang di Tengah Tekanan Pasar! Inilah Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin (12/1/2026), ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72 poin. Penurunan ini menandai awal pekan yang kurang menggembirakan bagi investor domestik, terutama setelah IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday di angka 9.000,96 pada sesi pagi, namun akhirnya terkoreksi tajam hingga nyaris menyentuh posisi terendah harian di 8.715,41.
Koreksi tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Sejumlah sektor unggulan justru menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham nasional. Sektor infrastruktur mencatat penurunan paling dalam dengan minus 2,37%, disusul sektor teknologi yang turun 1,68%, serta sektor energi yang melemah 1,38%. Ketiganya merupakan tulang punggung ekonomi dan sering kali menjadi andalan investor institusional maupun ritel.
Volume Transaksi Meningkat, Sentimen Jual Mendominasi
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi kemarin mencapai 74,4 miliar saham, dengan nilai transaksi total mencapai Rp40,1 triliun. Frekuensi perdagangan juga cukup tinggi, yakni sebanyak 5,07 juta kali. Namun, dominasi aksi jual terlihat jelas—dari total 811 saham yang diperdagangkan, sebanyak 435 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 279 saham yang mampu menguat. Sisanya, sebanyak 97 saham, bergerak datar atau stagnan sepanjang hari.
Meski kondisi pasar terlihat suram, para analis dan broker tetap melihat peluang emas di balik koreksi. Pasalnya, pelemahan IHSG kerap membuka ruang akumulasi saham-saham berkualitas dengan valuasi lebih menarik. Untuk itu, sejumlah rekomendasi saham hari ini, Selasa (13/1/2026), telah dirilis oleh berbagai perusahaan sekuritas ternama, memberikan panduan bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum ini.
Daftar Rekomendasi Saham dari Broker Terkemuka
Berikut rangkuman rekomendasi saham hari ini yang dikumpulkan dari berbagai sumber broker profesional, lengkap dengan latar belakang fundamental dan prospek jangka pendek:
1. BRI Danareksa Sekuritas
Broker milik BUMN ini merekomendasikan tiga saham yang dinilai memiliki potensi rebound:
ANTM (Aneka Tambang Tbk): Emiten tambang emas dan nikel ini diproyeksikan mendapat dorongan dari harga komoditas logam mulia yang mulai stabil.
TRUE (Truedigital International Tbk): Anak usaha True Corporation Thailand ini menunjukkan pertumbuhan digital yang agresif di Asia Tenggara.
NCKL (Nickel Mines Ltd): Meski terkoreksi, prospek jangka panjang nikel sebagai bahan baterai EV masih sangat cerah.
2. Phillip Sekuritas
Fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi:
IMPC (Impack Pratama Industri Tbk): Produsen panel kayu ramah lingkungan yang tengah ekspansi ke pasar ekspor.
ULTJ (Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk): Stabilitas permintaan produk konsumsi dasar membuat saham ini relatif defensif di tengah volatilitas.
3. MNC Sekuritas
Menyoroti saham-saham blue chip dan consumer goods:
ASII (Astra International Tbk): Raksasa otomotif dan infrastruktur ini selalu menjadi pilihan utama saat pasar mulai pulih.
HRUM (Harum Energy Tbk): Sektor batu bara masih memberikan kontribusi positif meski tren energi hijau terus berkembang.
INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk): Permintaan kertas global mulai membaik pasca libur akhir tahun.
UNVR (Unilever Indonesia Tbk): Saham konsumer defensif yang cocok untuk portofolio jangka panjang.
4. CGS International Sekuritas
Mereka menawarkan kombinasi saham dari berbagai sektor strategis:
MEDC (Medco Energi Internasional Tbk): Potensi kenaikan produksi minyak dan gas.
TLKM (Telkom Indonesia Tbk): Infrastruktur digital dan layanan cloud terus menjadi mesin pertumbuhan.
MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk): Prospek tambang tembaga dan emas di Kalimantan Selatan.
BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk): Anak usaha Bumi Resources dengan aset mineral strategis.
ANTM & AKRA (Akragas Tbk): Diversifikasi energi dan logam menjadi fokus utama.
5. Phintraco Sekuritas
Menekankan pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan histori kinerja solid:
TLKM, KLBF (Kalbe Farma Tbk), ASII: Tiga raksasa yang selalu relevan dalam berbagai kondisi pasar.
BTPS (BTPN Syariah Tbk): Perbankan syariah dengan pertumbuhan pembiayaan yang konsisten.
MBMA (Mitra Banua Mandiri Tbk): Emiten properti yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
6. Panin Sekuritas
Memilih saham-saham dengan sentimen positif dari sektor energi dan telekomunikasi: