Bukan Cuma Aurelie Moeremans! Inilah Deretan Artis yang Berani Buka Suara soal Pengalaman Grooming di Dunia Hiburan: Dari Hollywood hingga Indonesia

Bukan Cuma Aurelie Moeremans! Inilah Deretan Artis yang Berani Buka Suara soal Pengalaman Grooming di Dunia Hiburan: Dari Hollywood hingga Indonesia

Britney-Instagram-

Suara dari Indonesia: Aurelie Moeremans dan Manohara Odelia Pinot
Di Indonesia, isu grooming mulai mendapat perhatian luas berkat keberanian Aurelie Moeremans. Melalui bukunya, ia menceritakan bagaimana sejak remaja diposisikan dalam dinamika kuasa yang tidak sehat oleh figur senior di industri hiburan—pengalaman yang meninggalkan luka mendalam namun kini ia ubah menjadi kekuatan untuk menyuarakan keadilan.

Tak kalah penting adalah kisah Manohara Odelia Pinot. Dalam berbagai wawancara dan pernyataan publik, Manohara menegaskan bahwa hubungannya dengan Tengku Fakhry—yang selama ini disebut sebagai “pernikahan”—sebenarnya adalah bentuk eksploitasi terhadap anak di bawah umur. Ia menolak disebut “mantan istri” dan menekankan bahwa apa yang dialaminya adalah pola klasik grooming: isolasi, kontrol total, kekerasan fisik dan psikologis, serta pencucian otak.



Baca juga: Realme C51 vs POCO C65, Mana yang Punya Performa Tinggi dengan Desain Kece? Benarkah Masih Kalah dengan Realme C53

Psikolog dan aktivis hak asasi manusia di Indonesia pun sepakat bahwa kasus Manohara memiliki ciri khas grooming terstruktur, di mana korban dipaksa menerima realitas yang diciptakan pelaku, hingga kehilangan kemampuan untuk mengenali batas-batas perlindungan diri.

Mengapa Penting untuk Terus Membicarakan Grooming?
Membongkar praktik grooming bukan hanya soal menyalahkan individu, tetapi juga mengkritik sistem yang memungkinkan eksploitasi terjadi berulang kali. Industri hiburan—baik di Hollywood maupun Indonesia—harus membangun mekanisme perlindungan yang lebih ketat bagi talenta muda, termasuk pendampingan psikologis, regulasi usia, transparansi kontrak, serta saluran aman untuk melapor tanpa takut dikucilkan.


Lebih dari itu, masyarakat juga perlu diedukasi: grooming bukanlah “cinta beda usia” atau “jatuh cinta sejak kecil”, melainkan bentuk kekerasan berbasis kekuasaan yang merusak masa depan korban. Setiap kisah yang dibagikan oleh para selebriti ini adalah langkah berani menuju dunia hiburan yang lebih aman, adil, dan manusiawi.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya