Sri Mulyani Resmi Bergabung dengan Gates Foundation: Ekonom Indonesia Jadi Sosok Kunci dalam Upaya Global Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan

Sri Mulyani Resmi Bergabung dengan Gates Foundation: Ekonom Indonesia Jadi Sosok Kunci dalam Upaya Global Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan

Sri mulyani-Instagram-

Sri Mulyani Resmi Bergabung dengan Gates Foundation: Ekonom Indonesia Jadi Sosok Kunci dalam Upaya Global Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan

Dunia kebijakan global kembali dikejutkan oleh langkah strategis Bill & Melinda Gates Foundation. Kali ini, nama besar Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Indonesia yang dikenal karena ketangguhannya dalam menghadapi krisis ekonomi, resmi ditunjuk sebagai anggota Governing Board yayasan filantropi terkemuka dunia tersebut. Pengumuman ini menandai babak baru dalam karier gemilang seorang tokoh perempuan Asia yang telah membentuk kebijakan ekonomi di tingkat nasional maupun internasional selama lebih dari dua dekade.



Penunjukan Sri Mulyani bukan sekadar formalitas. Ia dipilih secara langsung oleh pendiri yayasan, Bill Gates, yang menyatakan bahwa pengalaman Sri Mulyani—yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan di bawah tiga presiden Indonesia berbeda (Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan sempat pula di era transisi)—menjadikannya sosok ideal untuk memperkuat visi jangka panjang Gates Foundation dalam membangun dunia yang lebih adil dan inklusif.

Pengalaman Global yang Tak Tertandingi
Sri Mulyani bukan hanya dikenal di Tanah Air. Sebelum kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2016, ia sempat meniti karier di panggung global sebagai Managing Director di World Bank (Bank Dunia) selama hampir satu dekade. Di sana, ia aktif mendorong reformasi sistem keuangan internasional dan menjadi suara kuat bagi negara-negara berkembang dalam forum-forum ekonomi global.

Mark Suzman, CEO sekaligus anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, menekankan bahwa kehadiran Sri Mulyani akan memberikan perspektif unik yang sangat dibutuhkan dalam upaya yayasan mencapai tujuan ambisiusnya. “Ia adalah ahli dalam mereformasi lembaga keuangan dan mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujar Suzman dalam pernyataan resminya, Selasa (13/1/2026).


Lebih lanjut, Suzman menambahkan, “Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil—keahlian yang esensial untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan.” Menurutnya, kepemimpinan Sri Mulyani akan memastikan bahwa sumber daya raksasa yang dimiliki Gates Foundation digunakan secara strategis untuk memperluas peluang, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, serta meningkatkan kualitas hidup komunitas di seluruh dunia—terutama di wilayah yang paling rentan.

Fokus pada Afrika dan India: Dua Kawasan Prioritas
Sebagai anggota Governing Board, Sri Mulyani akan fokus pada program-program yayasan di dua wilayah utama: Afrika Sub-Sahara dan India. Kedua kawasan ini merupakan prioritas utama Gates Foundation dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan akses layanan kesehatan dasar, serta pemberdayaan ekonomi perempuan dan anak-anak.

Di dewan tersebut, Sri Mulyani akan berkolaborasi erat dengan sejumlah tokoh global ternama, termasuk Ashish Dhawan (filantropis dan pendiri Central Square Foundation), Dr. Helene Gayle (CEO The Chicago Community Trust), Strive Masiyiwa (pengusaha dan aktivis asal Zimbabwe), Thomas J. Tierney (mantan CEO Bain & Company), serta Mark Suzman sendiri. Bill Gates tetap aktif sebagai anggota dewan, meski kini lebih banyak berfokus pada inisiatif iklim dan teknologi kesehatan.

Menariknya, Baroness Nemat (Minouche) Shafik—ekonom ternama yang kini menjabat sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer—juga tercatat sebagai anggota dewan, meski saat ini sedang cuti untuk menjalankan tugas pemerintahan.

Kemitraan yang Telah Berlangsung Hampir Satu Dekade
Dalam pernyataan pribadinya, Sri Mulyani menyampaikan rasa bangga dan hormat atas kepercayaan yang diberikan. “Saya merasa sangat terhormat dapat bergabung dengan dewan direksi Gates Foundation,” katanya. “Selama hampir satu dekade terakhir, saya telah bekerja sama erat dengan yayasan ini dalam berbagai inisiatif pembangunan, terutama di bidang kesehatan global dan kebijakan fiskal yang pro-kemiskinan.”

Ia menegaskan komitmennya untuk membawa pengalaman panjangnya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi makro, serta tata kelola publik yang transparan dan akuntabel ke dalam misi kritis yayasan. “Saya sangat termotivasi untuk berkontribusi dalam upaya menyelamatkan nyawa, mengurangi ketimpangan, dan memastikan setiap orang—di mana pun mereka berada—memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Misi Kemanusiaan Gates Foundation: Lebih dari Sekadar Filantropi
Gates Foundation, yang didirikan oleh Bill dan Melinda French Gates pada tahun 2000, kini menjadi salah satu lembaga filantropi terbesar di dunia dengan aset mencapai puluhan miliar dolar AS. Yayasan ini dikenal agresif dalam mendanai riset vaksin, memperkuat sistem kesehatan di negara berkembang, serta mendorong inovasi pertanian berkelanjutan.

Baca juga: Desain Futuristik dengan Magic Ring Interaktif! Inilah Infinix Smart 8 yang Kalahkan Redmi 13C

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya