Banjir Jakarta Hari Ini: 39 Ruas Jalan Masih Terendam, Ratusan Warga Mengungsi – Ini Titik-Titik Terparah dan Upaya Penanganan
banjir-pixabay-
Banjir Jakarta Hari Ini: 39 Ruas Jalan Masih Terendam, Ratusan Warga Mengungsi – Ini Titik-Titik Terparah dan Upaya Penanganan
Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak pagi tadi kembali memicu banjir di berbagai wilayah DKI Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 17.00 WIB, sedikitnya 57 RT dan 39 ruas jalan masih terendam air dengan ketinggian bervariasi—mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa titik kritis.
Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara, sementara petugas gabungan terus bekerja keras melakukan evakuasi, penyedotan genangan, dan pemantauan intensif di seluruh wilayah terdampak.
Jakarta Selatan Jadi Wilayah Paling Parah
Dari data terbaru yang dirilis BPBD DKI Jakarta, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 20 RT. Genangan parah terjadi di Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, hingga Pejaten Timur.
Menurut M. Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, selain curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut turut memperparah situasi. Di beberapa titik seperti Cilandak Barat dan Pejaten Timur, ketinggian air sempat mencapai 100 sentimeter, membuat akses jalan lumpuh total dan warga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet.
“Luapan sungai menjadi faktor utama di Jakarta Selatan. Kami telah mengerahkan pompa air mobile dan tim tanggap darurat untuk mempercepat surutnya genangan,” ujar Yohan dalam keterangan resminya, Senin (12/01).
Jakarta Timur dan Barat Juga Tak Luput dari Terjangan Banjir
Di Jakarta Timur, BPBD mencatat 18 RT tergenang, tersebar di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Di Kampung Melayu, ketinggian air bahkan menyentuh 1 meter akibat luapan Kali Ciliwung yang tak mampu menampung debit air hujan.
Sementara itu, Jakarta Barat juga mengalami situasi serius dengan 12 RT terdampak di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kamal, dan Tegal Alur. Ketinggian genangan di wilayah ini berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter, seluruhnya disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sejak dini hari.
“Meski tidak ada luapan sungai besar, drainase di beberapa kawasan belum mampu mengalirkan air secara optimal. Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi infrastruktur jangka panjang,” tambah Yohan.
Jakarta Utara dan Perkembangan Terkini
Berbeda dengan wilayah lain, Jakarta Utara hanya melaporkan 2 RT terdampak, tepatnya di Kelurahan Tanjung Priok, dengan ketinggian genangan sekitar 35 sentimeter. Meski relatif lebih ringan, BPBD tetap menempatkan personel di lokasi untuk memastikan tidak terjadi peningkatan volume air.
Sebagai informasi tambahan, satu RT di Kelurahan Tengah—yang sebelumnya dilaporkan tergenang—kini telah surut sepenuhnya berkat respons cepat tim gabungan.
39 Ruas Jalan Terendam, Arus Lalu Lintas Terganggu
Selain permukiman, 39 ruas jalan utama dan lingkungan di seluruh Jakarta juga terendam. Beberapa di antaranya merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat bisnis dan permukiman padat. Meski sebagian kecil sudah mulai surut, mayoritas jalan masih dalam proses penanganan aktif oleh Dinas Bina Marga dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Beberapa pengguna jalan melaporkan kemacetan parah di kawasan Cilandak, Kampung Melayu, dan Rawa Buaya akibat genangan yang memaksa kendaraan memutar arah atau berhenti total. Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze pun sempat menandai sejumlah rute sebagai “tidak dapat dilewati”.
Ratusan Warga Mengungsi, Layanan Darurat Siaga 24 Jam
Akibat banjir ini, ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Fasilitas kesehatan darurat, dapur umum, serta layanan psikososial telah disiapkan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan.
BPBD DKI Jakarta juga mengaktifkan layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam nonstop dan bebas pulsa. Masyarakat diminta segera menghubungi nomor tersebut jika mengalami kondisi darurat, seperti terjebak banjir, sakit mendadak, atau membutuhkan evakuasi.