Klarifikasih Steven Wongso yang Ngaku Diusir Dari Rumah Hingga Dikeluarkan dari KK Usai Memutuskan Menjadi Mualaf
Steven-Instagram-
Klarifikasih Steven Wongso yang Ngaku Diusir Dari Rumah Hingga Dikeluarkan dari KK Usai Memutuskan Menjadi Mualaf
Steven Wongso Jadi Mualaf: Dikabarkan Diusir dari Keluarga, Ini Fakta Lengkap Perjalanan Spiritual dan Keluarganya yang Jarang Diketahui, Dunia hiburan Tanah Air kembali dikejutkan oleh keputusan berani seorang komika muda asal Surabaya, Steven Wongso. Pada Minggu, 23 Maret 2025, ia secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam. Prosesi mualaf tersebut dipandu langsung oleh ustaz kondang Felix Siauw, menandai babak baru dalam perjalanan spiritual pria berdarah Tionghoa ini.
Namun, keputusan penuh makna itu rupanya tidak datang tanpa konsekuensi. Belakangan beredar kabar bahwa Steven “diusir” dari rumah keluarganya dan bahkan dikeluarkan dari Kartu Keluarga (KK). Isu tersebut memicu gelombang simpati sekaligus penasaran publik—benarkah seorang anak bisa dikucilkan hanya karena memilih jalan imannya sendiri?
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita telusuri lebih dalam latar belakang keluarga Steven Wongso, hubungan emosionalnya dengan sang ibu, serta bagaimana identitas budaya dan keyakinan saling bertaut dalam kisah hidupnya yang penuh warna.
Dibesarkan oleh Ibu Tunggal yang Penuh Kasih Sayang
Steven Wongso tumbuh dalam pelukan hangat seorang ibu tunggal, Indah Suryani. Ayahnya meninggal dunia ketika Steven masih sangat muda—bahkan sebelum ia sempat menginjak bangku kuliah. Kehilangan sosok ayah di usia dini tentu bukan perkara mudah, apalagi dalam konteks keluarga Tionghoa yang tradisional.
Namun, justru di tengah kesedihan itulah semangat Steven terbentuk. Ia tak membiarkan duka menjadi penghalang, melainkan menjadikannya sebagai bahan bakar untuk mengejar mimpi di dunia hiburan. “Saya ingin membuktikan bahwa meski tanpa ayah, saya tetap bisa sukses dan membuat ibu bangga,” ujarnya dalam salah satu sesi wawancara sebelumnya.
Perjuangan Steven mencerminkan ketangguhan generasi muda Indonesia yang lahir dari keluarga non-inti namun tetap teguh pada nilai-nilai keluarga. Dan di balik setiap tawa yang ia suguhkan lewat stand-up comedy-nya, terselip doa dan harapan untuk almarhum ayah serta penghargaan mendalam kepada sang ibu.
Akar Budaya Tionghoa yang Menjadi Inspirasi Karya
Steven Wongso lahir dan besar di Surabaya, Jawa Timur—kota multikultural yang dikenal sebagai rumah bagi banyak etnis, termasuk komunitas Tionghoa yang telah berabad-abad menetap di sana. Keluarganya termasuk dalam golongan Tionghoa peranakan yang telah lama beradaptasi dengan budaya lokal, namun tetap mempertahankan identitas etnisnya.
Unsur budaya Tionghoa sangat kental dalam konten-konten Steven. Mulai dari logat khas Surabaya-Tionghoa, referensi kuliner seperti bakmi dan bakso, hingga dinamika keluarga yang sering kali menjadi bahan candaan ringan namun sarat makna. Baginya, humor bukan sekadar hiburan, tapi juga medium untuk merayakan keberagaman dan menghilangkan sekat-sekat prasangka.
“Saya ingin orang tahu bahwa jadi Tionghoa di Indonesia itu bukan soal ‘lain’, tapi bagian dari kekayaan budaya kita bersama,” katanya dalam sebuah podcast populer tahun lalu.
Kolaborasi Viral dengan Sang Ibu di Media Sosial
Salah satu hal yang membuat Steven begitu dicintai publik adalah kedekatannya dengan sang ibu, Indah Suryani. Di usia yang tak lagi muda, Indah justru aktif di media sosial, khususnya TikTok dengan akun @indahsuryani1972. Ia kerap muncul dalam video-video Steven, baik dalam sketsa komedi maupun momen-momen harian yang penuh kehangatan.
Meski jumlah pengikutnya tak sebesar sang anak, konten Indah selalu mendapat sambutan hangat. Netizen kerap memuji kecerdasan emosionalnya, kelucuan spontannya, serta kemampuannya mengikuti tren tanpa kehilangan jati diri sebagai ibu generasi tua.
Kolaborasi mereka bukan sekadar strategi konten—melainkan cerminan nyata dari hubungan ibu-anak yang penuh cinta, saling mendukung, dan terbuka terhadap perubahan zaman. Bahkan ketika Steven memutuskan menjadi mualaf, Indah tetap tampil tenang dan penuh kasih dalam unggahan-unggahannya.
Dukungan Tanpa Syarat dalam Karier Hiburan
Sebagai komika sekaligus kreator konten, Steven Wongso telah membuktikan bahwa talenta lokal bisa bersinar tanpa harus meninggalkan akar budayanya. Namun, di balik setiap penampilannya yang memukau, ada sosok Indah Suryani yang selalu hadir—baik secara fisik maupun emosional.
Sang ibu tak hanya memberi restu, tapi juga menjadi penonton setia, penasihat tak resmi, dan kadang-kadang “lawan main” dalam sketsa komedinya. Dukungan keluarga, terutama dari ibu tunggalnya, menjadi fondasi penting yang memungkinkan Steven berkembang tanpa rasa takut dihakimi.
Fakta ini semakin menarik jika dikaitkan dengan isu “pengusiran” yang beredar. Jika benar Steven diusir dari keluarga, maka pertanyaannya: keluarga mana? Sebab dari segala penampakan publik, hubungannya dengan sang ibu justru semakin erat pasca keputusannya memeluk Islam.
Isu “Keluarga Berdarah Biru”: Fakta atau Sekadar Narasi Konten?
Belakangan, muncul spekulasi bahwa Steven Wongso berasal dari keluarga “berdarah biru”—istilah yang kerap digunakan untuk menyebut keturunan Tionghoa terpandang dengan latar belakang ekonomi mapan dan pengaruh sosial luas. Kabar ini bahkan dikaitkan dengan hubungannya yang sempat ramai diperbincangkan dengan selebriti Arafah Rianti.
Namun, hingga kini, Steven belum pernah secara eksplisit mengonfirmasi status sosial keluarganya. Yang jelas, dalam berbagai kontennya, ia kerap menampilkan gaya hidup keluarga Tionghoa kelas menengah atas di Surabaya—rumah besar, mobil mewah, dan tradisi leluhur yang dijaga dengan baik.
Apakah ini bukti “darah biru”? Bisa jadi. Tapi bisa juga ini hanyalah bagian dari narasi konten yang dibangun untuk menghibur. Yang pasti, Steven berhasil menggunakan latar belakangnya untuk membongkar stereotip bahwa semua orang Tionghoa itu “kaya raya” atau “tertutup”. Ia menunjukkan bahwa di balik kemewahan, ada juga perjuangan, kerentanan, dan pencarian jati diri.
Menjadi Mualaf: Antara Keyakinan Pribadi dan Dinamika Keluarga
Keputusan Steven Wongso memeluk Islam tentu bukan langkah yang diambil secara gegabah. Dalam beberapa unggahan pasca-mualaf, ia menekankan bahwa ini adalah hasil perenungan panjang, diskusi dengan tokoh agama, serta dorongan spiritual yang tak bisa diabaikan.
Namun, di tengah sorotan publik, muncul klaim bahwa ia “dikeluarkan dari KK” dan “diusir dari rumah”. Jika benar, ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang mengambil keputusan tersebut? Apakah dari pihak keluarga ayah yang lebih konservatif? Atau justru ini bagian dari dramatisasi media?