Inara Rusli Buka Suara Soal Tuduhan Pelakor: Saya Tak Tahu Dia Sudah Menikah, Ini Pernikahan Siri yang Sah Secara Agama

Inara Rusli Buka Suara Soal Tuduhan Pelakor: Saya Tak Tahu Dia Sudah Menikah, Ini Pernikahan Siri yang Sah Secara Agama

Inara-Instagram-

Inara Rusli Buka Suara Soal Tuduhan Pelakor: Saya Tak Tahu Dia Sudah Menikah, Ini Pernikahan Siri yang Sah Secara Agama

Nama Inara Rusli kembali menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan istrinya yang sah, Wardatina Mawa. Isu perselingkuhan dan tuduhan sebagai perebut suami orang (pelakor) pun mendera perempuan ini, hingga memicu saling lapor ke pihak berwajib. Namun, dalam klarifikasinya di hadapan awak media di Bareskrim Mabes Polri, Inara menyatakan bahwa dirinya bukanlah sosok yang sengaja merusak rumah tangga orang lain.



Lebih dari sekadar membela diri, Inara justru menunjukkan kerentanan emosional seorang perempuan yang merasa tertipu oleh situasi, namun tetap berusaha menjaga martabat dan keyakinannya sebagai seorang muslimah. Ia mengungkapkan bahwa hubungan pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi dilandasi niat tulus untuk membangun keluarga, bukan untuk menghancurkan ikatan yang sudah ada.

Awal Mula Hubungan: Ketidaktahuan yang Berujung pada Konflik
Dalam wawancara eksklusifnya, Inara Rusli mengakui bahwa ia memang hadir di tengah-tengah rumah tangga Insanul dan Wardatina. Namun, ia menegaskan bahwa kehadirannya bukanlah bentuk kesengajaan atau tipu daya. Menurutnya, Insanul tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia telah memiliki istri sah ketika pertama kali mendekati Inara.

“Insan tidak menunjukkan itikad buruk bahwa dia ingin memulai hubungan ini dengan kebohongan,” ungkap Inara dengan nada getir. “Tapi di sini ada kesalahan aku juga—kelalaian aku. Aku tidak bertanya (dia sudah menikah atau belum) di awal.”


Pernyataan tersebut menggambarkan betapa kompleksnya dinamika hubungan interpersonal, terutama ketika informasi dasar seperti status pernikahan seseorang justru menjadi titik buta. Inara mengaku sempat melaporkan Insanul atas dugaan penipuan, karena merasa dirinya juga menjadi korban dalam situasi ini.

“Karena memang sebenarnya saya tidak merasa… ya, menjadi pelaku gitu ya,” tambahnya, mencoba menjelaskan posisinya yang terjepit antara rasa bersalah publik dan realitas pribadi yang ia alami.

Pernikahan Siri: Antara Hukum Negara dan Syariat Islam
Salah satu aspek paling kontroversial dalam kasus ini adalah status pernikahan siri antara Inara dan Insanul. Di mata hukum Indonesia, pernikahan siri tidak memiliki kekuatan hukum formal, namun dalam perspektif agama Islam, pernikahan tersebut dianggap sah selama memenuhi rukun dan syaratnya.

Inara menegaskan bahwa keputusannya untuk mempertahankan hubungan tersebut bukan semata-mata karena cinta, melainkan juga karena dorongan spiritual dan ketaatan terhadap ajaran agama. Ia mengaku telah berkonsultasi dengan ulama yang disegani, yang memberikan nasihat bahwa sebagai istri, ia wajib taat kepada suami—selama tidak melanggar batas-batas syariah.

“Karena saya sudah dapat wejangan, sudah diingatkan sama sosok ulama yang kami hormati—yang kita semua hormati. Bahwa sebagai istri, apapun keputusan kepala rumah tangga, kita harus tetap taat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan ini tentu memantik perdebatan di kalangan masyarakat, terutama di era modern yang menekankan kesetaraan gender dan transparansi dalam hubungan. Namun, bagi Inara, prinsip keagamaan menjadi fondasi utama dalam mengambil keputusan hidupnya, bahkan di tengah badai kritik sosial.

Menolak Cap “Pelakor”: “Saya Juga Korban Ketidaktahuan”
Salah satu beban terberat yang kini ditanggung Inara adalah stigma negatif sebagai “pelakor”—istilah yang kerap digunakan secara masif di media sosial untuk menghakimi perempuan yang dianggap merebut suami orang. Ia mengaku sangat terluka dengan cap tersebut, terlebih karena menurutnya, ia tidak memiliki niat buruk sejak awal.

“Kalau misalkan saya mengetahui sedari awal saudara Insan punya istri dan saya tetap melanjutkan pernikahan, ya—dalam kondisi saya tahu bahwa dia punya istri—mungkin bisa kalian bilang saya ini pelakor,” kata Inara dengan tegas.

Namun, lanjutnya, kenyataannya justru sebaliknya. Ia benar-benar tidak mengetahui status pernikahan Insanul saat menerima pinangan sang pria. “Tapi kan sedari awal saya tidak tahu. Tidak mengetahui. Bukan berarti saudara Insan juga berniat buruk untuk membohongi, untuk memulai hubungan ini dengan kebohongan gitu,” imbuhnya.

Pernyataan ini menunjukkan upaya Inara untuk menyeimbangkan antara pembelaan diri dan penghargaan terhadap pihak lain—baik Insanul maupun Wardatina. Ia tidak menyalahkan sepenuhnya, namun juga tidak menyangkal bahwa ada celah komunikasi yang gagal di awal hubungan mereka.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya