Apa Itu BitChat? Aplikasi Perpesanan Tanpa Internet yang Jadi Perbincangan Global, Bagaimana Cara Kerjanya?
tanda tanya-geralt/pixabay-
Apa Itu BitChat? Aplikasi Perpesanan Tanpa Internet yang Jadi Perbincangan Global, Bagaimana Cara Kerjanya?
Di tengah ketegangan politik yang memanas menjelang pemilihan umum di Uganda, muncul sebuah nama aplikasi yang tiba-tiba mencuri perhatian dunia: BitChat. Tokoh oposisi terkemuka Uganda, Bobi Wine, baru-baru ini mengimbau warganya untuk segera mengunduh aplikasi ini—hanya delapan hari sebelum hari pencoblosan. Mengapa? Karena pemerintah Uganda dikabarkan berencana memutus akses internet secara nasional guna mengontrol arus informasi dan mencegah laporan yang merugikan pihak berkuasa.
Langkah Bobi Wine tersebut tidak hanya menjadi sorotan di Afrika, tetapi juga menyebar hingga ke Indonesia. Salah satu viral di media sosial datang dari akun Twitter @radjathaher pada 8 Januari 2026, yang menuliskan:
"Mantap juga ini Uganda gak bisa internet blackout karena ada BitChat (Bluetooth based), pemerintah gak bisa kontrol narasi untuk kepentingan mereka. Indonesia siap-siap aja deh siapa tahu butuh kalau govt kita gila."
Pernyataan tersebut memicu rasa penasaran publik: Apa sebenarnya BitChat itu? Dan bagaimana aplikasi ini bisa berfungsi tanpa koneksi internet sama sekali?
BitChat: Aplikasi Perpesanan Revolusioner dari Pendiri Twitter
BitChat bukan sekadar aplikasi pesan instan biasa. Aplikasi ini dikembangkan oleh Jack Dorsey, sosok legendaris di dunia teknologi yang dikenal sebagai salah satu pendiri Twitter (kini X) dan CEO Block, Inc. (sebelumnya Square). Pengumuman pertama BitChat dilakukan pada Juli 2025, dan sejak itu, aplikasi ini terus menjadi bahan diskusi di kalangan aktivis digital, penggiat privasi, hingga komunitas teknologi global.
Yang membuat BitChat benar-benar revolusioner adalah kemampuannya untuk mengirim pesan tanpa internet, jaringan seluler, akun pengguna, atau bahkan server pusat. Ya, Anda tidak salah baca. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) untuk menciptakan jaringan komunikasi peer-to-peer dalam bentuk mesh network—sebuah sistem di mana setiap perangkat saling terhubung dan saling meneruskan pesan satu sama lain.
Cara Kerja BitChat: Komunikasi Lokal Tanpa Infrastruktur Digital
BitChat bekerja dengan membangun jaringan lokal mandiri melalui Bluetooth. Ketika dua atau lebih pengguna berada dalam radius jangkauan Bluetooth (biasanya sekitar 10–100 meter tergantung perangkat), mereka bisa saling bertukar pesan secara langsung. Tidak ada data yang dikirim ke cloud atau server eksternal—semuanya terjadi langsung antar perangkat.
Untuk keamanan, BitChat menggunakan enkripsi end-to-end berbasis Noise Protocol Framework, standar keamanan tinggi yang juga digunakan oleh aplikasi seperti Signal. Artinya, hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca isi pesan—bahkan developer sekalipun tidak memiliki akses.
Selain komunikasi lokal, BitChat juga mendukung koneksi global melalui protokol Nostr (Notes and Other Stuff Transmitted by Relays)—sebuah protokol terdesentralisasi yang memungkinkan pertukaran pesan melalui relays internet. Namun, fitur utama yang membuatnya unik tetaplah kemampuan untuk tetap berfungsi saat internet benar-benar dipadamkan.
Mirip IRC, Tapi Lebih Canggih dan Terdesentralisasi
Dalam pengumumannya, Jack Dorsey menyebut bahwa BitChat terinspirasi dari sistem perpesanan lama bernama IRC (Internet Relay Chat), yang populer di era 1990-an. Namun, BitChat membawa konsep tersebut ke level berikutnya dengan menggabungkan keterdesentralisasian, keamanan mutakhir, dan independensi infrastruktur.
Pengguna BitChat bisa bergabung dalam saluran lokal (local channels) untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya—misalnya tetangga, rekan demonstrasi, atau anggota komunitas—tanpa khawatir disadap atau diblokir. Sementara itu, pengguna yang tetap terhubung ke internet bisa juga berpartisipasi dalam saluran global, menjembatani komunikasi antar wilayah yang terpisah secara geografis.