Tragedi di Jatinegara: Balita Jatuh dari Lantai Dua Usai Ditinggal Orang Tua, Tetangga Bongkar Kondisi Mengkhawatirkan
Ilustrasi kejahatan--
Tragedi di Jatinegara: Balita Jatuh dari Lantai Dua Usai Ditinggal Orang Tua, Tetangga Bongkar Kondisi Mengkhawatirkan
Jakarta, 8 Januari 2026 — Sebuah insiden memilukan kembali mengguncang warga di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Seorang balita berusia sekitar dua tahun ditemukan terjatuh dari lantai dua rumahnya, memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Yang lebih mengejutkan, kejadian tragis ini terjadi saat sang balita ditinggal sendirian di rumah karena orang tuanya pergi menjemput anak pertamanya di sekolah.
Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan karena dampak fisik yang dialami sang balita, tetapi juga membuka tabir kondisi pengasuhan yang selama ini luput dari perhatian publik. Melalui kesaksian tetangga sekitar dan pernyataan resmi aparat berwenang, terungkap bahwa balita tersebut selama ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan—kurang terurus, kekurangan gizi, dan kerap ditinggal tanpa pengawasan memadai.
Tetangga Ungkap Pola Asuh yang Mengkhawatirkan
Salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lama memperhatikan kondisi anak-anak di rumah tersebut. “Anak-anak itu sering dibiarkan sendirian. Kadang kami dengar tangisan dari dalam rumah, tapi kalau diketuk, tidak ada yang buka,” ujarnya dengan nada prihatin.
Keprihatinan serupa juga disampaikan oleh Kompol Sri Yatmini dari Polsek Jatinegara. Dalam keterangannya kepada awak media, Sri Yatmini mengungkap bahwa kondisi fisik balita korban sangat memprihatinkan. “Memang cukup kurus-kurus anaknya, tidak terurus. Sampai saya gendong, luar biasa. Anak segitu mandi, makan saja mungkin belum bisa,” kata Sri Yatmini, menekankan betapa rentannya sang balita terhadap bahaya akibat kurangnya perawatan dasar.
Fakta ini semakin menegaskan dugaan adanya bentuk penelantaran anak dalam keluarga tersebut—bukan hanya dalam hal fisik, tetapi juga emosional dan sosial.
Solidaritas Warga: Tetangga Jadi “Orang Tua Kedua”
Di tengah keprihatinan, muncul kisah haru dari warga sekitar. Meski bukan keluarga inti, para tetangga tak tinggal diam. Mereka kerap membantu dengan memberikan makanan, pakaian layak, bahkan sesekali mengawasi anak-anak itu saat kedua orang tuanya tidak berada di rumah.
“Kami tahu kondisi ekonomi mereka pas-pasan, tapi bukan berarti anak-anak bisa dibiarkan begitu saja. Anak-anak itu kan masa depan kita juga,” ujar seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Namun, bantuan dari tetangga tampaknya belum cukup untuk mengubah pola asuh yang berpotensi membahayakan keselamatan dan tumbuh kembang anak-anak tersebut.
Polisi: Ini Bukan Sekadar Kelalaian, Tapi Potensi Eksploitasi
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian tidak hanya memandangnya sebagai kecelakaan biasa. Setelah melakukan penyelidikan awal, aparat menilai bahwa tindakan orang tua balita tersebut berpotensi masuk dalam kategori penelantaran anak, bahkan eksploitasi—terutama karena anak tersebut tidak pernah disekolahkan dan kerap dibiarkan tanpa pengawasan.
“Tidak menyekolahkan anak usia dini di era sekarang juga merupakan bentuk penelantaran. Hak anak atas pendidikan dan perlindungan harus dipenuhi,” tegas Sri Yatmini.
Saat ini, penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur. Pihak berwenang juga telah memberikan edukasi kepada orang tua balita tersebut mengenai hak-hak dasar anak dan konsekuensi hukum atas kelalaian pengasuhan.
Penolakan Penempatan di Rumah Aman, Orang Tua Pertahankan Hak Asuh
Setelah kejadian, pemerintah daerah bersama Lembaga Perlindungan Anak sempat menawarkan penempatan sementara sang balita dan saudara-saudaranya di rumah aman guna memastikan keselamatan mereka. Namun, orang tua tiga anak tersebut menolak tawaran tersebut secara tertulis dan dengan materai.
Keputusan ini menuai reaksi beragam dari publik. Di satu sisi, hak orang tua atas anak dihormati, tetapi di sisi lain, keselamatan dan kesejahteraan anak harus menjadi prioritas utama.