Awal Puasa Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Simak Prediksi Lengkap dari Kemenag dan Muhammadiyah dalam Satu Panduan Terkini

Awal Puasa Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Simak Prediksi Lengkap dari Kemenag dan Muhammadiyah dalam Satu Panduan Terkini

masjid-pixabay-

Kemenag menganut prinsip hisab-rukyat terpadu, yang menggabungkan ilmu astronomi dengan observasi langsung. Jika hilal tidak terlihat secara fisik meskipun secara hisab sudah memungkinkan, maka bulan digenapkan.
Muhammadiyah, sebaliknya, menggunakan hisab murni. Mereka berpegang pada prinsip bahwa jika secara astronomis hilal sudah wujud (ada) di atas ufuk, maka bulan baru telah dimulai—tanpa perlu menunggu konfirmasi visual.
Perbedaan ini telah terjadi sejak puluhan tahun dan dihormati dalam bingkai kebhinekaan beragama di Indonesia. Umat Islam diberi kebebasan untuk mengikuti ketetapan ormas atau lembaga yang diyakininya, asalkan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Bagi masyarakat awam, perbedaan ini sebaiknya tidak dijadikan sumber perdebatan, melainkan sebagai bentuk kekayaan khazanah keislaman di Tanah Air. Untuk mempersiapkan Ramadan 2026 dengan optimal, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:



Pantau informasi resmi dari Kemenag dan ormas Islam terkemuka menjelang akhir Sya’ban 1447 H (sekitar pertengahan Februari 2026).
Ikuti arahan tokoh agama di lingkungan masing-masing, baik itu masjid, pesantren, atau komunitas keagamaan.
Mulai persiapan spiritual dan fisik sejak awal tahun—misalnya dengan memperbanyak ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga pola makan sehat.
Manfaatkan kalender digital yang menyediakan notifikasi awal Ramadan berdasarkan preferensi Anda (misalnya kalender resmi Kemenag atau aplikasi resmi Muhammadiyah).

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya