Film We Bury the Dead (2026) Akankah Berlanjut ke Season 2?
We bury-Instagram-
Baca juga: Berapa Harga Redmi Note 15? Benarkah Lebih Murah Daripada Realme 16 Pro?
Relevansi Sosial di Balik Horor Fiksi
Di balik darah dan ketegangan, We Bury the Dead menyisipkan kritik sosial yang relevan: bahaya eksperimen ilmiah tanpa kendali etika, militerisasi teknologi, serta krisis kemanusiaan akibat ambisi buta. Tema-tema ini terasa sangat aktual di tengah perkembangan kecerdasan buatan, rekayasa genetika, dan perdebatan global mengenai batas moral dalam inovasi ilmiah.
Bagi penonton Indonesia, film ini juga menawarkan refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan—topik yang kerap menjadi bahan diskusi di tengah pesatnya transformasi digital di Tanah Air.
Simpulan: Lebih dari Sekadar Film Zombie
We Bury the Dead bukan hanya sekadar film horor bertema zombie. Ia adalah karya sinematik yang memadukan ketegangan psikologis, kritik sosial, visual memukau, dan akting kuat dari Daisy Ridley. Dengan latar Tasmania yang eksotis namun menyeramkan, serta narasi yang menggali dilema moral yang kompleks, film ini patut masuk daftar tonton wajib di awal 2026.
Apakah Ava mampu bertahan di dunia di mana kematian bukan lagi akhir? Jawabannya hanya bisa ditemukan ketika We Bury the Dead tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia—termasuk Indonesia—mulai Januari 2026.