Apakah Film Suka Duka Tawa (2026) Dibintangi Rachel Amanda Bakal Lanjut Season 2?
Tawa-Instagram-
Apakah Film Suka Duka Tawa (2025) Dibintangi Rachel Amanda Bakal Lanjut Season 2?
Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran sebuah film komedi yang tak hanya mengundang gelak tawa, tetapi juga menyisakan rasa haru yang mendalam. Bertajuk “Suka Duka Tawa”, film berdurasi 2 jam 7 menit ini menjadi debut panjang sutradara muda Aco Tenriyagelli, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya pendeknya yang penuh nuansa emosional.
Dibintangi oleh aktris sekaligus selebriti muda Rachel Amanda dalam peran utama sebagai Tawa, seorang komika muda yang berjuang menembus dunia hiburan dengan materi stand-up comedy yang diambil langsung dari kisah hidupnya, film ini menggambarkan betapa tawa sering kali lahir dari luka yang tak terucap.
Antara Panggung dan Kenangan Pahit
Tawa, sang tokoh utama, tampil dengan gaya komedi yang autentik—blak-blakan, jujur, dan sarat pengalaman pribadi. Setiap lelucon yang ia sampaikan di atas panggung ternyata menyimpan luka masa lalu, terutama terkait hubungannya yang rumit dengan Pak Keset, ayah kandungnya sendiri.
Pak Keset, diperankan oleh aktor senior yang identitasnya sengaja dirahasiakan hingga rilis resmi, digambarkan sebagai pelawak legendaris era 90-an yang sukses di panggung tapi gagal sebagai ayah. Konflik antara Tawa dan Pak Keset menjadi tulang punggung narasi film ini. Ketiadaan figur ayah sejak kecil membuat Tawa tumbuh mandiri, namun juga meninggalkan luka emosional yang terus menghantuinya—luka yang justru menjadi bahan baku utama dari materi komedinya.
Aco Tenriyagelli: Menyulam Komedi dari Luka Pribadi
Bagi sutradara Aco Tenriyagelli, “Suka Duka Tawa” bukan sekadar karya sinematik, melainkan bentuk ekspresi artistik atas kompleksitas hubungan keluarga dan pencarian jati diri. Dalam wawancara eksklusif sebelum penayangan perdana, Aco mengungkapkan bahwa ide cerita muncul dari pengamatan pribadinya terhadap sejumlah komika perempuan di Indonesia yang kerap menggunakan trauma masa kecil sebagai sumber materi komedi.
“Banyak dari mereka bercanda tentang hal-hal yang sebenarnya menyakitkan. Justru di situlah letak kekuatan mereka: mampu mengubah luka menjadi sesuatu yang bisa dinikmati, bahkan dijadikan obat,” ujar Aco.
Film ini juga menandai langkah berani Aco dalam memadukan genre komedi dengan drama keluarga—dua elemen yang tampak kontras, namun dalam “Suka Duka Tawa” justru saling melengkapi secara harmonis.
Rachel Amanda: Penampilan Dewasa yang Mengesankan
Rachel Amanda, yang sebelumnya dikenal lewat perannya sebagai tokoh remaja dalam berbagai FTV dan sinetron, menunjukkan transformasi akting yang signifikan dalam peran ini. Ia berhasil menampilkan Tawa sebagai sosok yang tangguh, lucu, tetapi rapuh di balik senyumnya.
“Ini tantangan besar buat saya,” kata Rachel dalam sesi jumpa pers. “Saya harus belajar banyak tentang dunia stand-up comedy, bahkan mengikuti workshop dan tampil di beberapa open mic kecil untuk memahami ritme, timing, dan cara komika berinteraksi dengan penonton.”