Mengapa Laga Barcelona vs Athletic Bilbao Tak Tayang di RCTI? Ini Dua Alasan Utama di Balik Absennya Siaran Piala Super Spanyol di TV Indonesia

Mengapa Laga Barcelona vs Athletic Bilbao Tak Tayang di RCTI? Ini Dua Alasan Utama di Balik Absennya Siaran Piala Super Spanyol di TV Indonesia

Barcelona-Instagram-

Mengapa Laga Barcelona vs Athletic Bilbao Tak Tayang di RCTI? Ini Dua Alasan Utama di Balik Absennya Siaran Piala Super Spanyol di TV Indonesia
Penggemar sepak bola di Indonesia kembali dibuat kecewa. Laga bergengsi antara FC Barcelona dan Athletic Bilbao dalam babak semifinal Piala Super Spanyol (Supercopa de España) yang digelar di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, tidak tayang di televisi nasional, termasuk RCTI—salah satu stasiun yang biasa menyiarkan laga-laga El Barça.

Padahal, pertandingan ini sangat dinantikan publik tanah air. Selain karena melibatkan dua raksasa La Liga, duel ini juga menyimpan banyak narasi menarik, mulai dari kondisi skuad Barcelona yang belum optimal hingga potensi kejutan dari tim asal Basque tersebut.



Namun, di balik antusiasme para penggemar, muncul pertanyaan besar: mengapa pertandingan penting ini tidak disiarkan langsung di layar kaca Indonesia?

Alasan Pertama: Kontrak Hak Siar Supercopa de España Telah Berakhir
Faktor utama yang menyebabkan RCTI dan stasiun televisi lain di bawah naungan MNC Group tidak menyiarkan laga ini adalah berakhirnya kontrak hak siar untuk kompetisi yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF)—yakni Supercopa de España dan Copa del Rey.

Kontrak tersebut, yang awalnya ditandatangani pada tahun 2022 dan berlaku selama tiga musim (2022–2025), secara resmi telah kedaluwarsa pada akhir tahun lalu. Artinya, sejak awal 2026, MNC Group—melalui RCTI, iNews, maupun streaming platform mereka—tidak lagi memiliki hak eksklusif untuk menayangkan pertandingan-pertandingan dalam dua kompetisi tersebut.


Padahal, selama tiga musim terakhir, penonton Indonesia bisa menyaksikan pertandingan Copa del Rey dan Supercopa de España secara gratis di RCTI, bahkan termasuk laga-laga besar seperti final atau semifinal. Namun kini, dengan berakhirnya perjanjian tersebut dan belum adanya pengumuman perpanjangan kontrak atau alih hak siar ke stasiun lain, siaran langsung pertandingan pun "menghilang" dari saluran-saluran nasional.

Fakta ini juga diperkuat dengan ketiadaan siaran langsung babak 32 besar Copa del Rey beberapa pekan lalu. Saat itu, tak satu pun stasiun televisi Indonesia menayangkan laga-laga seperti Real Madrid vs Arandina atau Barcelona vs UE Cornella, meskipun pertandingan tersebut melibatkan klub-klub besar. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa masalah hak siar memang menjadi akar utama dari absennya siaran kompetisi RFEF di Indonesia.

Alasan Kedua: Belum Ada Pemegang Hak Siar Baru di Indonesia
Setelah masa kontrak MNC Group berakhir, hingga awal 2026 belum ada stasiun televisi, platform streaming, atau penyedia konten olahraga lain di Indonesia yang secara resmi mengumumkan kepemilikan hak siar atas Supercopa de España maupun Copa del Rey.

Ini berbeda dengan kompetisi seperti La Liga, yang hak siarnya telah diambil alih oleh Vidio sejak musim 2023/2024, atau Liga Champions UEFA, yang tetap tayang di Emtek (SCTV/Indosiar) melalui kerja sama dengan Paramount+. Namun untuk kompetisi yang digelar RFEF—yang justru kerap menampilkan tim-tim besar seperti Barcelona, Real Madrid, atau Athletic Bilbao—nasib siarannya di Indonesia kini terkatung-katung.

Padahal, Supercopa de España semakin menarik sejak formatnya diubah pada 2020. Turnamen ini kini melibatkan empat tim terbaik dari La Liga dan Copa del Rey, dengan format semifinal dan final yang digelar dalam satu pekan di luar Spanyol—sering kali di Arab Saudi—sebagai bagian dari ekspansi global sepak bola Spanyol.

Dengan lokasi penyelenggaraan yang mewah, hadiah uang besar, dan atmosfer kompetitif yang tinggi, turnamen ini seharusnya menjadi konten premium yang layak dikejar oleh penyiar lokal. Namun nyatanya, kekosongan hak siar ini membuat jutaan penggemar di Indonesia terpaksa mencari alternatif ilegal, seperti situs streaming tak resmi atau menonton ulang via media sosial—yang tentu saja mengurangi pengalaman menonton secara maksimal.

Sementara Itu, Barcelona Hadapi Tantangan Internal Menjelang Laga Krusial
Di tengah kekecewaan penggemar akan ketiadaan siaran, Barcelona sendiri datang ke Jeddah dengan sejumlah masalah internal. Tim asuhan Xavi Hernandez mendarat di Arab Saudi sejak awal pekan untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lapangan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya