Kristian Hansen Anaknya Siapa? Inilah Biodata Travel Vlogger yang Resmi Berpacaran dengan Manohara Odelia Pinot, Bukan Orang Sembarangan?
Manohara-Instagram-
Kristian Hansen Anaknya Siapa? Inilah Biodata Travel Vlogger yang Resmi Berpacaran dengan Manohara Odelia Pinot, Bukan Orang Sembarangan?
Nama Kristian Hansen tiba-tiba melejit di jagat maya Indonesia awal 2026. Bukan karena kontroversi atau skandal, melainkan karena kisah cintanya yang romantis dengan Manohara Odelia Pinot, selebriti yang dikenal lewat pernikahannya yang kontroversial dengan Tengku Fakhry. Hubungan keduanya resmi “go public” pada 1 Januari 2026—tepat di awal tahun baru—lewat unggahan Instagram penuh emosi yang langsung menjadi viral.
Dalam unggahan itu, Kristian membagikan 20 foto kebersamaan mesra dengan Manohara, mulai dari momen jalan-jalan santai di Jakarta, liburan di alam terbuka, hingga potret intim yang penuh kehangatan. Unggahan tersebut tak hanya dibanjiri ribuan like, tapi juga komentar haru dari netizen yang mendoakan hubungan mereka langgeng. Banyak yang terkejut sekaligus penasaran: Siapa sebenarnya Kristian Hansen?
Go Public Setelah Hampir Setahun Merajut Cinta
Meski baru viral awal 2026, hubungan asmara antara Manohara dan Kristian ternyata telah berjalan hampir satu tahun, sejak awal 2025. Keduanya sengaja menjaga privasi dan baru memutuskan untuk memperkenalkan hubungan mereka ke publik setelah merasa cukup matang.
Bagi Manohara, ini merupakan babak baru setelah bertahun-tahun menjauh dari sorotan media. Publik yang selama ini melihatnya sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga kini melihatnya kembali tersenyum, bahagia, dan menjalin hubungan yang terlihat sehat dan penuh dukungan—sesuatu yang selama ini dinantikan banyak penggemarnya.
Unggahan Kristian pun menjadi trending topic di media sosial, terutama di TikTok dan Instagram Reels, di mana warganet membuat konten reaksi, analisis chemistry, hingga tebakan tentang masa depan hubungan keduanya. Hashtag #ManoharaKristian sempat menjadi top trending di Twitter Indonesia selama dua hari berturut-turut.
Siapa Kristian Hansen? Travel Vlogger Denmark yang Jatuh Cinta pada Indonesia
Di balik sosoknya sebagai “pacar Manohara”, Kristian Hansen adalah konten kreator asal Denmark yang telah memilih Indonesia sebagai rumah keduanya. Lahir di kota Aalborg pada 2 November 2001, pria berusia 24 tahun ini justru lebih dikenal di dunia digital Indonesia daripada di negara asalnya.
Kristian pertama kali datang ke Jakarta pada Februari 2020, awalnya bekerja di bidang logistik dan transportasi. Namun, pandemi COVID-19 mengubah arah hidupnya. Saat dunia terhenti, ia justru menemukan panggilan hati: menjelajahi Indonesia dan mendokumentasikannya lewat kamera.
Ia mulai membuat vlog perjalanan dengan motor sebagai teman setia, menjelajahi pulau-pulau, desa terpencil, hingga sudut-sudut Jakarta yang jarang diketahui turis asing. Kontennya tak hanya menampilkan keindahan alam, tapi juga interaksi hangat dengan masyarakat lokal, kuliner tradisional, dan cerita budaya dari berbagai suku di Nusantara.
Karier Digital yang Menginspirasi: Dari Vlogger Pemula ke Kreator Internasional
Kanal YouTube-nya yang bernama “Kristian Hansen” kini telah diikuti oleh lebih dari 500 ribu subscriber, dengan ratusan video petualangan yang total ditonton jutaan kali. Gaya berceritanya yang hangat, penuh rasa hormat terhadap budaya lokal, serta semangat eksplorasi tanpa batas menarik perhatian bukan hanya penonton Indonesia, tapi juga penonton global.
Tak hanya di YouTube, Kristian juga aktif di Instagram, tempat ia kerap membagikan momen harian, termasuk aksi sosialnya. Ia pernah membantu membangun jembatan darurat di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, menyumbang peralatan sekolah, hingga menggalang dana untuk bantuan bencana. Kegiatan-kegiatan ini membuat publik Indonesia semakin menghargainya—bukan hanya sebagai pasangan Manohara, tapi sebagai pribadi yang peduli.
Melalui perusahaannya, KH Productions, Kristian juga memproduksi dokumenter budaya pendek yang bekerja sama dengan brand pariwisata Indonesia, pemerintah daerah, serta lembaga non-profit. Ia percaya bahwa pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal adalah kunci untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia secara autentik.