Masih Kalah Jauh! Cinta Sedalam Rindu Harus Puas Berada di Posisi 4, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 8 Januari 2026

Masih Kalah Jauh! Cinta Sedalam Rindu Harus Puas Berada di Posisi 4, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 8 Januari 2026

Cinta sedalam rindu-Instagram-

Masih Kalah Jauh! Cinta Sedalam Rindu Harus Puas Berada di Posisi 4, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 8 Januari 2026

Di tengah persaingan sengit antara platform streaming global dan konten digital yang semakin mendominasi layar ponsel, dunia pertelevisian nasional justru menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Stasiun-stasiun besar seperti SCTV, Indosiar, RCTI, dan Trans7 berhasil mempertahankan relevansi mereka dengan menghadirkan sederet tayangan berkualitas—dari sinetron emosional hingga talkshow interaktif—yang tak hanya menghibur, tapi juga menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.



Namun, di balik kesuksesan sejumlah program yang memuncaki rating, ada juga judul yang justru gagal menarik perhatian pemirsa. Salah satunya adalah “Mencintai Ipar Sendiri”, sinetron yang sempat diharapkan menjadi kuda hitam, namun nyatanya gagal masuk 10 besar daftar tayangan paling ditonton pada Kamis, 8 Januari 2026. Lalu, tayangan apa saja yang berhasil mencuri hati jutaan pemirsa di awal tahun ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. “Merangkai Kisah Indah” – Indosiar: Sinetron Keluarga yang Menyentuh Hati
Menjadi pembuka yang kuat di awal tahun, “Merangkai Kisah Indah” sukses mencuri perhatian penonton lewat narasi yang mengalir natural dan relevan dengan kehidupan urban modern. Bukan sekadar kisah cinta biasa, sinetron ini menggali lebih dalam tentang dinamika keluarga, perjuangan individu, serta nilai-nilai moral yang mulai luntur di tengah hiruk-pikuk kota.

Akting para pemainnya—terutama pemeran utama yang dikenal lewat perannya di serial sebelumnya—dipuji karena terasa autentik dan tanpa drama berlebihan. Tak heran jika setiap episodenya mampu menjangkau lebih dari 3,2 juta penonton secara nasional, menjadikannya pemuncak rating harian Indosiar.


2. “Jejak Duka Diandra” – SCTV: Drama yang Bikin Netizen Baper di TikTok
SCTV kembali menunjukkan kekuatannya di ranah sinetron drama lewat “Jejak Duka Diandra”, sebuah kisah tentang perempuan muda yang dikhianati oleh keluarga dan kekasihnya sendiri. Narasi yang intens, latar belakang keluarga yang rumit, serta konflik batin yang digambarkan dengan sangat hidup membuat penonton larut dalam setiap adegannya.

Yang menarik, sinetron ini viral di media sosial, terutama di TikTok dan Twitter. Tagar #JejakDukaDiandra sempat menjadi trending nasional selama tiga hari berturut-turut, dengan ribuan video ulasan, reaksi spontan, hingga teori konspirasi dari penggemar. Cuplikan adegan tangis Diandra bahkan menjadi template konten emosional yang banyak digunakan oleh kreator muda.

3. “Beri Cinta Waktu” – SCTV: Romantisme yang Menantang Tren Cinta Instan
Di era di mana hubungan asmara sering kali dianggap “seumur jagung”, “Beri Cinta Waktu” hadir sebagai penyeimbang. Sinetron ini menawarkan perspektif segar tentang cinta yang dibangun perlahan—dengan kesabaran, komunikasi, dan komitmen. Dibintangi oleh duet selebriti populer yang pernah heboh di media karena chemistry-nya, tayangan ini langsung menarik perhatian generasi muda yang mulai jenuh dengan kisah cinta kilat ala drama Korea.

Visualnya aesthetic, dialognya realistis, dan alurnya tak terburu-buru. Di TikTok, potongan adegan romantis dari sinetron ini kerap dijadikan backsound untuk konten couple goals, menjadikannya fenomena lintas platform yang tak terbendung.

4. “Cinta Sedalam Rindu” – SCTV: Nostalgia yang Menyayat Hati
Mengusung tema perpisahan dan kerinduan, “Cinta Sedalam Rindu” berhasil menyentuh sisi paling emosional dari penontonnya. Ceritanya mengisahkan sepasang kekasih yang terpisah karena keadaan, namun tetap saling mencintai meski bertahun-tahun tak bertemu. Alur dramatisnya dikemas dengan nuansa melankolis yang elegan, didukung oleh soundtrack orisinal yang langsung viral di Spotify dan YouTube.

Banyak netizen membagikan kutipan-kutipan puitis dari dialognya di Instagram Story, menjadikannya salah satu sinetron paling quotable awal tahun ini. Respons positif dari penonton pun membuat rating-nya konsisten berada di posisi lima besar sepanjang pekan.

5. “Wanita Istimewa” – SCTV: Representasi Nyata Perempuan Indonesia Masa Kini
Tak hanya soal cinta, SCTV juga membuktikan kepekaannya terhadap isu gender lewat “Wanita Istimewa”. Serial ini menggambarkan perjuangan seorang ibu tunggal yang membangun karier dari nol sambil membesarkan anaknya sendirian. Karakter utamanya digambarkan sebagai sosok yang kuat, mandiri, namun tetap hangat dan feminin—cerminan nyata dari jutaan perempuan di seluruh Indonesia.

Tayangan ini bahkan menuai apresiasi dari komunitas perempuan dan aktivis gender, yang memuji cara SCTV menyampaikan pesan pemberdayaan tanpa terkesan menggurui atau dramatis berlebihan. Ini adalah bukti bahwa sinetron bisa menjadi medium edukasi sosial yang efektif.

6. “Arisan” – Trans7: Talkshow Ringan yang Sarat Makna
Sementara stasiun lain fokus pada drama, Trans7 memilih jalur berbeda. Program “Arisan” menghadirkan obrolan santai namun penuh insight antara selebriti, pengusaha, dan tokoh masyarakat seputar budaya arisan—tradisi khas Indonesia yang kini bertransformasi menjadi wadah diskusi keuangan, bisnis, hingga isu sosial.

Setiap episodenya dikemas dengan humor segar, kritik sosial yang halus, dan tips keuangan praktis. Format yang ringan tapi bermakna ini menjadikan “Arisan” sebagai tontonan edukatif favorit keluarga, terutama di kalangan ibu rumah tangga dan UMKM.

7. “P.O.V: Pasti Obrolan Viral” – Trans7: Ngobrol Isu Viral ala Jurnalistik Ringan
Program terbaru Trans7 ini langsung meledak sejak tayang perdana. “P.O.V: Pasti Obrolan Viral” mengupas isu-isu hangat di media sosial—dari skandal selebriti hingga tren terbaru Gen Z—dengan pendekatan jurnalistik ringan namun tetap kritis. Yang unik, formatnya interaktif: penonton bisa ikut voting, mengirim komentar langsung, bahkan menentukan topik episode berikutnya.

Karena relevansinya dengan kehidupan digital anak muda, program ini cepat menjadi favorit di kalangan usia 17–30 tahun, sekaligus membuktikan bahwa televisi masih bisa menjadi ruang diskusi publik yang dinamis.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya