Kabar Duka: Susan, Kakak Selebgram Denise Chariesta, Meninggal Dunia pada 4 Januari 2026 Setelah Berjuang Melawan Sakit Keras

Kabar Duka: Susan, Kakak Selebgram Denise Chariesta, Meninggal Dunia pada 4 Januari 2026 Setelah Berjuang Melawan Sakit Keras

Susan-Instagram-

Kabar Duka: Susan, Kakak Selebgram Denise Chariesta, Meninggal Dunia pada 4 Januari 2026 Setelah Berjuang Melawan Sakit Keras

Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Susan, kakak kandung dari selebgram kontroversial Denise Chariesta, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 4 Januari 2026, setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit keras yang dideritanya. Kabar duka ini pertama kali diunggah oleh Denise sendiri melalui akun Instagram pribadinya, disertai unggahan foto hitam-putih sang kakak dan ucapan perpisahan yang penuh kesedihan.



“Selamat jalan, Kak Susan. Terima kasih atas semua cinta, dukungan, dan keteguhanmu selama ini. Aku akan merindukanmu selamanya,” tulis Denise, yang langsung mendapat ribuan komentar belasungkawa dari warganet.

Kepergian Susan bukan hanya menjadi pukulan berat bagi Denise, tetapi juga bagi keluarga besar mereka yang dikenal dekat dan saling mendukung. Hingga kini, pihak keluarga belum merinci penyakit yang diderita Susan, namun sumber terdekat menyebut bahwa kondisinya sempat menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Denise Chariesta: Perjalanan Hidup dari Pedagang Tas hingga Jadi Sosok Kontroversial yang Tak Terbendung
Nama Denise Chariesta—atau yang akrab disapa Denise Cadel—sudah tak asing lagi di jagat media sosial Indonesia. Lahir di Jakarta pada 5 September 1991, Denise tumbuh dalam keluarga pengusaha Tionghoa yang mapan. Ayahnya, Patrick Jap, dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, namun justru Denise memilih jalan hidup yang tak mulus layaknya anak orang berada.


Sejak usia muda, Denise harus berjuang keras demi membantu perekonomian keluarga. Ia bahkan sempat menghentikan sekolahnya di kelas 2 SMA demi fokus mencari nafkah. Awal mula kariernya dimulai dari berjualan tas branded secara daring, yang kemudian berkembang menjadi bisnis kopi yang diberi nama DC Coffee—inisial yang merujuk pada namanya sendiri.

Namun, bisnis tak berhenti di situ. Denise juga merambah dunia florist dengan meluncurkan usaha bunga bernama Fleur de DC, yang menawarkan rangkaian bunga premium untuk berbagai momen spesial. Meski kerap menjadi sasaran kritik, nyatanya talenta bisnis Denise tak bisa dipandang sebelah mata.

Dari Konten Kreator hingga Penyanyi: Denise dan Strategi Mempertahankan Relevansi di Dunia Digital
Di tengah ketatnya persaingan konten kreator di Indonesia, Denise Chariesta berhasil membangun citra unik yang membedakannya dari selebritas lain. Ia dikenal sangat blak-blakan, bahkan tak segan menyerang balik siapa pun yang mengkritiknya di media sosial. Konfliknya dengan figur publik seperti Uya Kuya dan Dewi Perssik sempat menjadi sorotan utama di linimasa Twitter dan TikTok.

Namun, di balik kontroversinya, Denise juga berusaha menunjukkan sisi artistiknya. Ia merilis sejumlah lagu, termasuk “Da Tau” dan “Abangku Sayang”, yang meski menuai beragam respons, tetap berhasil menjangkau basis penggemar setianya—terutama di kalangan Gen Z dan milenial urban.

Menariknya, Denise memiliki dua wajah di dunia maya: di Instagram, ia tampil elegan dengan foto-foto estetik dan gaya hidup mewah, sementara di TikTok, ia justru lebih “liar”, spontan, dan penuh emosi. Strategi konten ganda ini justru membuatnya tetap relevan di berbagai platform sekaligus memperluas basis audiensnya.

Kehidupan Pribadi yang Penuh Sorotan: Anak di Luar Nikah dan Pengakuan Mengejutkan
Salah satu bab paling kontroversial dalam kehidupan Denise adalah pengakuannya menjadi selingkuhan seorang pria berinisial JK, yang diduga kuat adalah Yuan Wibowo, pengusaha muda yang juga pernah dikabarkan dekat dengan sejumlah selebriti. Denise secara terbuka mengakui telah melahirkan seorang putra bernama Jaden Boyen Yap, hasil dari hubungan tersebut—tanpa pernah menikah secara resmi.

Keberanian Denise membuka kisah pribadinya menuai pro dan kontra. Di satu sisi, banyak netizen yang mengapresiasinya karena dianggap jujur dan tidak munafik. Namun, di sisi lain, tak sedikit pula yang mengecamnya karena dianggap melanggar norma sosial dan agama.

Meski begitu, Denise terus menunjukkan bahwa ia tak peduli pada omongan orang. Ia fokus membesarkan Jaden, menjalankan bisnisnya, dan tetap aktif menciptakan konten yang jujur—meski sering dianggap “terlalu keras”.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya