Muhammad Hilmi Gimnastiar Anaknya Siapa? Inilah Biodata Pemain Putra Jaya Pasuruan yang Dipecat Usai Tendang Dada Firman Nugraha, Bukan Orang Biasa?

Muhammad Hilmi Gimnastiar Anaknya Siapa? Inilah Biodata Pemain Putra Jaya Pasuruan yang Dipecat Usai Tendang Dada Firman Nugraha, Bukan Orang Biasa?

Hilmi-Instagram-

Muhammad Hilmi Gimnastiar Anaknya Siapa? Inilah Biodata Pemain Putra Jaya Pasuruan yang Dipecat Usai Tendang Dada Firman Nugraha, Bukan Orang Biasa?
Dunia sepak bola Tanah Air kembali diguncang insiden tak terpuji yang terjadi di level liga amatir. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain belia dari klub Putra Jaya Pasuruan, yang viral usai menendang dada pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur pada Senin, 5 Januari 2026.

Aksi brutal Hilmi tersebut terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan publik, terutama dari suporter Perseta dan warga Tulungagung. Tak hanya itu, Komite Disiplin (Komdis) PSSI pun angkat suara dan menuntut sanksi tegas demi menjaga marwah sepak bola Indonesia.



Insiden Mengejutkan di Tengah Laga Sengit
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, awalnya berjalan kompetitif. Namun suasana berubah drastis ketika pada menit-menit krusial pertandingan, Hilmi berusaha merebut bola dari Firman Nugraha. Alih-alih bermain sportif, ia justru melompat dan mengarahkan tendangan keras ke dada bagian atas Firman.

Dampaknya instan: Firman langsung terjatuh keras ke tanah, memegangi dadanya sambil menahan rasa sakit. Wasit yang menyaksikan langsung dari dekat tak ragu mengeluarkan kartu merah bagi Hilmi—keputusan yang disambut sorak sorai penonton dan protes keras dari pemain Perseta.

“Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi aksi yang nyaris mengancam keselamatan nyawa pemain,” ujar seorang pelatih Perseta usai laga, geram.


Respons Cepat dari PSSI dan Komdis
Tak butuh waktu lama bagi Komite Disiplin PSSI untuk memberikan tanggapan resmi. Melalui pernyataan tertulis pada hari yang sama, Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, menegaskan bahwa tindakan brutal semacam ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa konsekuensi serius.

“Untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas. Sepak bola bukanlah medan perang, melainkan wadah sportivitas dan persaudaraan,” tegas Umar.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Hilmi berpotensi menghadapi sanksi berat, termasuk larangan bermain dalam jangka panjang—meski laga tersebut berlangsung di level Liga 4, kompetisi paling bawah di struktur sepak bola nasional.

Profil Muhammad Hilmi Gimnastiar: Pemain Muda yang Kini Tersandung Skandal
Lalu, siapa sebenarnya sosok Muhammad Hilmi Gimnastiar yang kini menjadi buah bibir?

Hilmi lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 15 Maret 2005—masih berusia 20 tahun saat insiden tersebut terjadi. Ia merupakan bek muda yang digadang-gadang sebagai salah satu talenta potensial di tim Putra Jaya Pasuruan, klub yang dikenal aktif mengembangkan pemain lokal.

Namun, sedikit informasi publik yang tersedia mengenai kariernya sebelumnya. Tidak ada catatan mengenai klub junior tempat ia dilatih, prestasi individu, atau bahkan riwayat kompetisi sebelum bergabung dengan Putra Jaya. Yang jelas, insiden di Bangkalan telah mengubur masa depan sepak bolanya—setidaknya dalam waktu dekat.

Manajemen Putra Jaya Langsung Pecat Hilmi
Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak insiden, manajemen Putra Jaya Pasuruan mengambil keputusan tegas. Melalui surat resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026, klub mengumumkan pemecatan Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim.

Dalam surat tersebut, manajemen menegaskan bahwa tindakan Hilmi “tidak mencerminkan nilai-nilai sepak bola yang sehat” dan “melanggar prinsip dasar sportivitas serta etika olahraga.”

“Kami menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Perseta Tulungagung, khususnya kepada saudara Firman Nugraha, serta seluruh pecinta sepak bola di Indonesia,” demikian bunyi pernyataan resmi klub yang diunggah melalui akun media sosial resmi mereka.

Langkah cepat ini dipuji banyak pihak sebagai bentuk tanggung jawab moral yang patut diteladani, terutama di tengah maraknya insiden kekerasan dalam sepak bola akar rumput.

Viral di Media Sosial, Warga Tulungagung Bereaksi
Sejak video insiden beredar, tagar #HilmiGimnastiar dan #JusticeForFirman sempat menjadi tren di Twitter dan TikTok. Warganet mengecam keras aksi tersebut, dengan banyak yang meminta agar PSSI memberikan sanksi seumur hidup.

“Kalau ini dibiarkan, nanti anak-anak muda malah mengira kekerasan itu bagian dari strategi main bola,” tulis seorang pengguna Twitter asal Surabaya.

Sementara itu, warga Tulungagung—kota asal klub Perseta—menunjukkan solidaritas besar. Sejumlah komunitas sepak bola lokal menggelar doa bersama untuk kesembuhan Firman Nugraha, yang dikabarkan mengalami cedera dada dan sesak napas usai insiden.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya