Daftar Program Trans TV Rabu, 7 Januari 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop Al Kameen dan Mosul serta Link Nonton
Mosul-Instagram-
- Rabu, 7 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
The Ambush - Mansour Al
Di tengah gurun pasir yang tak bersahabat, tiga tentara Uni Emirat Arab disergap oleh kelompok bersenjata. Dengan komunikasi terputus dan amunisi menipis, nasib mereka tampak suram—hingga komandan mereka memimpin misi penyelamatan berani yang penuh risiko.
Disutradarai oleh Mansour Al Feili, The Ambush adalah salah satu film aksi Timur Tengah yang paling realistis dan penuh patriotisme. Film ini tidak hanya menampilkan aksi tempur, tapi juga eksplorasi nilai-nilai kehormatan, persaudaraan, dan tanggung jawab militer. Dibuat dengan dukungan penuh dari Angkatan Bersenjata UEA, The Ambush menawarkan jendela langka ke dalam operasi militer modern dari perspektif negara Arab.
Pukul 23.00 WIB
Mosul - Adam Bessa
Berdasarkan laporan investigasi jurnalis The New Yorker, Mosul mengisahkan perjuangan nyata Unit Respon Cepat (Rapid Response Unit) asal Irak yang berjuang membebaskan kota Mosul dari cengkeraman ISIS. Dibintangi oleh Adam Bessa dan sejumlah aktor Timur Tengah, film ini direkam dalam bahasa Arab dan menampilkan adegan perang yang intens serta autentik.
Disutradarai oleh Matthew Michael Carnahan dan diproduseri oleh Joe dan Anthony Russo (Avengers), Mosul lebih dari sekadar film perang—ia adalah penghormatan bagi para pejuang lokal yang berjuang tanpa pamrih demi tanah air mereka. Kisahnya penuh darah, air mata, dan keberanian kolektif di tengah kehancuran total.
- Kamis, 8 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Assasins Creed - Marion Cotillard
Dalam Assassin’s Creed, Callum Lynch (Michael Fassbender) diberi kesempatan untuk menjelajahi memori genetik leluhurnya, Aguilar de Nerha, seorang Assassin abad ke-15 yang melindungi artefak suci dari Templar. Melalui teknologi canggih yang dikembangkan oleh organisasi rahasia Abstergo, Callum tidak hanya menemukan identitas sejatinya—tapi juga terlibat dalam konflik kuno antara kebebasan dan kontrol.
Dibintangi juga oleh Marion Cotillard sebagai ilmuwan misterius Dr. Sofia Rikkin, film ini menggabungkan elemen sejarah, sci-fi, dan aksi parkour yang spektakuler. Meski menerima ulasan beragam, Assassin’s Creed tetap menjadi adaptasi game yang paling ambisius secara visual, dengan koreografi tempur dan desain produksi yang memukau.
Pukul 23.00 WIB
Cabin Fever 3: Patient Zero - Sean Astin
Liburan di atas kapal pesiar bersama teman-teman seharusnya menjadi momen menyenangkan—hingga rombongan remaja ini mendarat di pulau terpencil yang ternyata menjadi pusat penyebaran virus mematikan. Cabin Fever 3: Patient Zero menghidupkan kembali teror biologis dengan twist baru: infeksi yang menyebabkan kulit membusuk dan kematian yang mengerikan.
Meski lebih condong ke genre horor, film ini tetap menyajikan elemen aksi saat karakter-karakter berjuang melawan waktu dan infeksi. Sean Astin, dikenal lewat perannya di Lord of the Rings, tampil sebagai ilmuwan yang berusaha menahan wabah. Film ini menjadi peringatan mengerikan tentang betapa rapuhnya umat manusia di depan ancaman biologis—sebuah tema yang terasa semakin relevan pasca-pandemi global.
- Jumat, 9Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
SAS: Red Notice (2021) - Ruby Rose
Bayangkan Anda sedang bersiap melamar kekasih tercinta di kota cinta, Paris. Namun, rencana romantis itu hancur seketika ketika kereta yang Anda tumpangi dibajak oleh pasukan bayaran bersenjata. Inilah yang dialami Tom Buckingham, seorang petugas antiteror elit Inggris yang diperankan dengan intens oleh Ruby Rose.
Film garapan sutradara Magnus Martens ini mengangkat kisah nyata yang terinspirasi dari operasi SAS (Special Air Service), pasukan khusus legendaris Inggris. Alih-alih liburan damai, Tom justru terjebak dalam konflik mematikan saat kelompok teroris pimpinan Grace Lewis (diperankan oleh Andy Serkis) mengambil alih kereta dengan puluhan penumpang sebagai sandera. Terdesak dan tanpa senjata, Tom harus menggunakan insting, pelatihan militer, dan kecerdikannya untuk menggagalkan rencana teroris—sembari berjuang menyelamatkan nyawa sang kekasih.
SAS: Red Notice bukan hanya soal tembak-menembak, tapi juga eksplorasi psikologis seorang pahlawan yang terus-menerus dipaksa memilih antara tugas dan hati.
Pukul 23.00 WIB
Dirty Angels – Eva Green
Dalam lanskap perfilman aksi yang didominasi laki-laki, Dirty Angels hadir sebagai angin segar yang menempatkan kekuatan, strategi, dan solidaritas perempuan di garis depan. Film ini mengisahkan sekelompok tentara wanita elit yang menyamar sebagai tim medis untuk menyusup ke wilayah konflik di Timur Tengah.
Misi mereka? Menyelamatakan sekelompok remaja yang terjebak di antara cengkeraman ISIS dan pasukan Taliban. Di tengah medan perang yang tak kenal ampun, setiap langkah mereka penuh risiko—salah perhitungan sedikit saja bisa berakibat kematian massal.
Meski belum dirilis secara luas hingga awal 2025, Dirty Angels telah menarik perhatian karena pendekatannya yang realistis terhadap konflik bersenjata dan representasi perempuan dalam operasi militer non-konvensional. Film ini juga dipuji karena menyoroti dilema moral: apakah menyelamatkan nyawa lebih penting daripada mengikuti protokol?
- Sabtu, 10 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
No Way Up - Sophie Mclntosh
Bayangkan terjebak di dasar laut, dengan oksigen menipis dan pesawat yang hancur berkeping-keping di sekitar Anda. Inilah titik awal dari No Way Up, film survival thriller yang dibintangi oleh Sophie McIntosh.
Kisah dimulai ketika sebuah pesawat komersial jatuh di Samudra Pasifik akibat cuaca ekstrem. Penumpangnya—yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari insinyur hingga mantan tentara—harus bekerja sama untuk bertahan hidup di reruntuhan pesawat yang tenggelam. Namun, ancaman tidak hanya datang dari dalam (oksigen habis, luka parah), tapi juga dari luar: arus laut yang ganas, predator laut, dan struktur pesawat yang bisa runtuh kapan saja.
Film ini menawarkan ketegangan berlapis, dengan karakter yang dikembangkan secara emosional—penonton tidak hanya melihat mereka berjuang, tapi juga memahami mengapa mereka pantas hidup.
Pukul 23.00 WIB
47 Meters Down: Uncaged - Brianne Tju
Jika Anda mengira berenang di laut itu menenangkan, pikirkan lagi. Dalam 47 Meters Down: Uncaged, dua saudari remaja—diperankan antara lain oleh Brianne Tju—memutuskan menjelajahi situs arkeologi bawah laut: sebuah kota kuno yang tenggelam di Meksiko.
Namun, petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka tersesat di labirin gua bawah laut yang gelap dan sempit—dan tanpa sengaja membangunkan spesies hiu purba yang buta, ganas, dan sangat teritorial. Tanpa sinyal, tanpa cahaya, dan dengan persediaan udara yang terus menyusut, setiap detik menjadi hitungan mundur menuju kematian.
Sekuel dari 47 Meters Down (2017) ini sukses memperdalam horor bawah air dengan pendekatan ilmiah—hiu dalam film ini terinspirasi dari hiu megalodon dan hiu gua nyata yang berevolusi tanpa cahaya. Kombinasi suspense, efek visual spektakuler, dan dinamika saudara menjadikannya salah satu thriller laut terbaik dekade ini.
- Minggu, 11 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Transporter 3 - Natalya Rudakova
Frank Martin, sang "Transporter" legendaris yang diperankan oleh Jason Statham, kembali dalam petualangan penuh aksi di Transporter 3. Kali ini, ia terpaksa membawa Valentina, putri seorang pejabat tinggi Ukraina yang diculik, dari Marseille menuju Odessa di Laut Hitam.
Namun, misi ini tidak semudah kelihatannya. Sebuah kalung canggih dipasang di lehernya yang akan meledak jika ia menjauh terlalu jauh dari Valentina—atau jika ia mencoba melepasnya. Dengan Natalya Rudakova berperan sebagai Valentina, chemistry keduanya membawa dinamika unik: antara sandera dan pengawal, antara keterpaksaan dan kepercayaan yang tumbuh perlahan.
Dari jalanan Eropa hingga pelabuhan gelap Odessa, Frank harus menghadapi mafia, agen korup, dan sistem keamanan canggih—semua sambil menjaga Valentina tetap hidup. Film ini menjadi penutup trilogi klasik yang penuh gaya, aksi kendaraan spektakuler, dan kode moral yang tak pernah goyah.
Pukul 23.00 WIB
Beyond the Law - Steven Seagal
Dalam Beyond the Law, Steven Seagal kembali ke akar-akarnya sebagai sosok pahlawan yang beroperasi di wilayah abu-abu. Ia berperan sebagai mantan anggota mafia yang ingin pensiun dan memulai hidup baru. Namun, masa lalunya mengejarnya ketika putra seorang detektif polisi—yang juga korban kekerasan—dibunuh oleh mantan rekan Seagal sendiri.
Bersama detektif yang gigih (diperankan oleh Michael Paré), keduanya membentuk aliansi tak terduga untuk memburu pembunuh sekaligus mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan mantan aparat hukum. Film ini mengeksplorasi tema penebusan dosa, pengkhianatan, dan keadilan di luar sistem hukum formal.
Meski termasuk dalam genre aksi B-movie, Beyond the Law menawarkan cerita yang lebih reflektif dibanding film Seagal kebanyakan, dengan dialog tajam dan konflik internal yang memperkaya narasinya.