Siapa Anak dan Istri Nurul Huda? Sosok yang Viral Janjikan 10 Rumah dan Sekarung Emas untuk Nenek Elina, Bukan Orang Sembarangan?

Siapa Anak dan Istri Nurul Huda? Sosok yang Viral Janjikan 10 Rumah dan Sekarung Emas untuk Nenek Elina, Bukan Orang Sembarangan?

tanda tanya-geralt/pixabay-

Siapa Anak dan Istri Nurul Huda? Sosok yang Viral Janjikan 10 Rumah dan Sekarung Emas untuk Nenek Elina, Bukan Orang Sembarangan?
Kasus pengusiran paksa Nenek Elina, warga Surabaya yang viral di media sosial karena diusir secara kasar oleh oknum dari Ormas Madura Asli (Madas), kini memasuki babak baru yang mengejutkan. Seorang tokoh bernama Nurul Huda tiba-tiba muncul ke permukaan dengan pernyataan kontroversial namun penuh emosi: ia menjanjikan 10 unit rumah dan sekarung emas untuk Nenek Elina, asalkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mampu menjawab satu pertanyaan sederhana darinya.

Pernyataan mengejutkan ini pertama kali tersebar luas melalui sebuah video yang diunggah di platform TikTok oleh akun @ninghmare.stuff pada Minggu, 4 Januari 2026. Dalam cuplikan tersebut, Nurul Huda terlihat emosional dan tegas saat berbicara langsung kepada Wakil Wali Kota Surabaya.



“Kalau Bapak (Armuji) bisa menjawab dengan benar, saya akan bangunkan rumah 10 untuk nenek itu dan saya berikan emas satu karung untuk nenek itu,” tegas Huda dengan nada marah.

Ia pun menambahkan tantangan spesifik:

“Pertama, kapan kejadian itu? Kalau kejadiannya itu dua bulan dari sekarang, saya akan bangunkan 10 rumah untuk nenek dan saya akan berikan emas satu karung untuk nenek.”


Video ini langsung menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya. Dalam hitungan jam, unggahan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk Twitter, Instagram, dan YouTube Shorts, memicu gelombang reaksi dari warganet—ada yang mendukung, skeptis, bahkan menuntut klarifikasi lebih lanjut.

Respons Ormas Madas: Ini Murni Opini Pribadi
Menanggapi sorotan publik yang semakin membesar, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Madura Asli (Madas) pun memberikan pernyataan resmi. Melalui Ketua Umumnya, Moh Taufik, organisasi tersebut menegaskan bahwa pernyataan Nurul Huda tidak mewakili sikap resmi Madas, melainkan murni opini pribadi.

“Itu hanya (opini) pribadi, bukan mengatasnamakan organisasi,” ujar Moh Taufik dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Pernyataan ini penting untuk menekankan bahwa meskipun Nurul Huda merupakan bagian dari struktur organisasi Madas, komitmennya dalam video tersebut tidak memiliki dasar institusional. Namun, hal ini justru memperkuat pertanyaan publik: siapa sebenarnya Nurul Huda?

Profil Nurul Huda: Aktivis Madas yang Kini Jadi Sorotan
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Nurul Huda adalah salah satu figur aktif di Ormas Madura Asli (Madas). Ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) di bawah naungan organisasi tersebut—posisi yang menunjukkan keterlibatannya dalam isu-isu sosial dan perlindungan hak-hak warga.

Dalam video lain yang beredar, Huda tampil bersama pengacara kondang asal Jawa Timur, Cak Soleh Abdi Jaya. Di hadapan kamera, ia menjelaskan bahwa pernyataannya bukanlah sekadar janji sembarangan, melainkan ekspresi emosional terhadap gelombang stigma dan hujatan yang terus-menerus dialamatkan kepada masyarakat Madura pasca-insiden pengusiran Nenek Elina.

“Saya juga berterima kasih kepada Cak Soleh Abdi Jaya yang sudah memberikan kritikan yang tegas terhadap kami, terhadap opini-opini yang berkembang ataupun stigma-stigma yang kami keluarkan,” ucap Huda.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah bentuk pelampiasan kekecewaan atas narasi negatif yang terus-menerus mengaitkan seluruh komunitas Madura dengan tindakan oknum tertentu.

“Tak lebih dan tak bukan, itu hanya bentuk meluapkan emosi kami terhadap tuduhan-tuduhan yang terus-menerus menyerang kami dan seluruh masyarakat Madura,” tambahnya.

Nenek Elina: Simbol Ketidakadilan yang Menyentuh Hati Publik
Di balik polemik ini, sosok Nenek Elina tetap menjadi pusat perhatian nasional. Perempuan lanjut usia yang tinggal di kawasan Surabaya ini tiba-tiba menjadi korban penggusuran paksa oleh sekelompok orang yang mengklaim diri sebagai anggota ormas. Aksi tersebut, yang sempat terekam video dan viral, memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi—mulai dari teriakan, dorongan kasar, hingga penyitaan barang-barang pribadinya.

Kasus ini lantas memicu gelombang solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, aktivis HAM, hingga selebriti. Banyak yang menuntut keadilan, transparansi, serta perlindungan bagi warga rentan seperti Nenek Elina—yang, menurut laporan warga sekitar, tinggal sendirian dan hidup pas-pasan.

Kini, dengan kemunculan janji fantastis dari Nurul Huda, sorotan kembali tertuju pada apakah janji tersebut akan benar-benar direalisasikan, atau hanya menjadi strategi retoris untuk meredam kritik publik.

Publik Terbelah: Antara Harapan dan Skeptisisme
Di media sosial, respons terhadap pernyataan Nurul Huda sangat beragam. Di Twitter, tagar #NenekElinaBersuara dan #Janji10Rumah sempat menjadi trending topic nasional. Sebagian netizen menyambut baik janji tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial, meski sifatnya personal.

“Kalau memang serius, kenapa tidak? Nenek Elina layak dapat keadilan dan tempat tinggal yang layak,” tulis @WargaSurabayaPeduli.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya