Dari Balapan ke Senayan: Kisah Moreno Soeprapto, Eks Juara F3 yang Kini Jadi Anggota DPR RI dengan Utang Rp7 Miliar
Moreno-Instagram-
Dari Balapan ke Senayan: Kisah Moreno Soeprapto, Eks Juara F3 yang Kini Jadi Anggota DPR RI dengan Utang Rp7 Miliar
Siapa sangka, dari lintasan balap yang penuh debu dan adrenalin, kini seseorang melaju ke Gedung Parlemen dengan jas rapi dan mikrofon di tangan? Moreno Soeprapto, mantan pembalap nasional yang dulu langganan podium di kejuaraan Formula 3 Asia, kini menjalani babak baru dalam hidupnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Namun, di balik gemerlap karier politiknya, terungkap fakta mengejutkan: ia masih memiliki utang hingga Rp7 miliar.
Jejak Balap yang Membawanya ke Puncak Asia
Sebelum dikenal sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra, Moreno Soeprapto adalah nama yang sangat dihormati di dunia balap nasional—bahkan di kancah internasional. Pria kelahiran Jakarta, 14 November 1982 ini memulai karier balapnya sejak 1994, dan dalam waktu singkat berhasil menorehkan prestasi gemilang, baik di kawasan Asia maupun kejuaraan global.
Puncak pencapaiannya datang pada awal 2000-an. Di tahun 2004, ia berhasil menempati posisi ketiga dalam Asia F3 Championship Round 9 bersama tim Speedtech Asia F3 Team. Tapi itu hanyalah awal.
Tahun berikutnya, 2005, menjadi momen paling cemerlang dalam kariernya di lintasan balap. Bersama Joson F3 Team, Moreno memborong enam kemenangan dan tiga kali finis di posisi kedua dalam kelas promosi Asian F3 Championship. Performanya konsisten, bahkan pada 2006 dan 2007, ia kembali menjadi langganan juara, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Nama Moreno Soeprapto tak hanya dikenal oleh komunitas otomotif, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional di dunia motorsport yang saat itu masih minim wakil dari Tanah Air.
Pergeseran Karier: Dari Helm ke Jas Parlemen
Setelah pensiun dari dunia balap, Moreno tidak menghilang dari panggung publik. Ia memilih jalur politik dan terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019–2024, lalu kembali dipercaya rakyat untuk periode 2024–2029. Kini, ia menjabat di Komisi XII DPR RI, yang membidangi urusan industri, perdagangan, investasi, koperasi, UKM, serta standarisasi nasional.
Latar belakang akademisnya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Moreno merupakan lulusan S1 Hubungan Internasional, yang memberinya bekal strategis dalam memahami dinamika politik dalam dan luar negeri—kemampuan yang sangat relevan dengan tugasnya saat ini.
Namun, langkahnya ke Senayan tidak serta-merta menghapus jejak masa lalunya di dunia otomotif. Pada September 2025, Moreno terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2025–2030—sebuah bukti bahwa ia tetap menjadi sosok sentral di dunia balap nasional, meski kini lebih sering terlihat di ruang rapat parlemen daripada di garasi pit.
Dalam pidato pelantikannya, Moreno menekankan komitmen terhadap integritas dan kolaborasi.
“Kami menjamin, IMI di bawah kepemimpinan ini akan beroperasi dengan integritas tinggi dan menjadi mitra yang produktif bagi seluruh stakeholder,” tegasnya.
Harta Kekayaan dan Utang Rp7 Miliar: Transparansi Seorang Pejabat Publik
Sebagai pejabat publik, Moreno Soeprapto wajib melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Data terbaru yang dilaporkannya pada 9 September 2024 mencatat total kekayaan sebesar Rp13.595.052.338.
Rincian asetnya cukup menarik. Ia memiliki:
Satu bidang tanah dan bangunan senilai Rp17,7 miliar,
Dua unit kendaraan dengan total nilai Rp600 juta,
Serta kas dan setara kas sebesar Rp20.613.052.338.
Namun, di balik angka-angka mengesankan itu, terdapat catatan penting: Moreno masih memiliki utang sebesar Rp7.018.000.000.
Meski utang tersebut tidak melanggar aturan, keberadaannya menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Apakah utang ini berasal dari investasi bisnis, pembelian properti, atau biaya kampanye politik? Hingga kini, Moreno belum memberikan penjelasan rinci mengenai sumber utang tersebut. Namun, yang jelas, sebagai penyelenggara negara, ia tetap memenuhi kewajiban transparansi—suatu sikap yang patut diapresiasi di tengah maraknya opaqueness di kalangan elite politik.
Respons Publik dan Narasi di Media Sosial
Kabar mengenai utang Moreno Soeprapto langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di platform seperti Twitter (X) dan TikTok. Banyak warganet memuji ketangguhannya: dari atlet yang membawa harum nama bangsa, kini bertransformasi menjadi politisi yang terbuka soal kekayaan dan utang.
“Dari lintasan ke Senayan, tapi tetap jujur soal utang. Ini contoh transparansi yang jarang ditemui,” tulis salah satu pengguna Twitter dengan akun @OtomotifPatriot.
Namun, tak sedikit pula yang skeptis. Beberapa komentar di TikTok mempertanyakan konsistensi kebijakan ekonomi yang ia dukung di parlemen, sementara dirinya sendiri masih memiliki kewajiban finansial yang cukup besar. Meski begitu, mayoritas netizen mengakui bahwa latar belakangnya sebagai atlet memberinya keunggulan dalam disiplin, ketekunan, dan sportivitas—nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam dunia politik saat ini.