Apple Siapkan MacBook Termurah Sepanjang Masa dengan Chip A18 Pro—Langkah Strategis untuk Kuasai Pasar Entry-Level di 2026

Apple Siapkan MacBook Termurah Sepanjang Masa dengan Chip A18 Pro—Langkah Strategis untuk Kuasai Pasar Entry-Level di 2026

Ipad-Instagram-

Apple Siapkan MacBook Termurah Sepanjang Masa dengan Chip A18 Pro—Langkah Strategis untuk Kuasai Pasar Entry-Level di 2026

Dunia teknologi kembali digemparkan dengan kabar terbaru dari Apple. Raksasa teknologi asal Cupertino ini dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran MacBook termurah sepanjang sejarah perusahaan, yang rencananya akan hadir pada musim semi 2026. Laptop baru ini bukan sekadar penyegaran lini produk semata, melainkan bagian dari strategi besar Apple untuk menjangkau segmen konsumen entry-level hingga menengah—kelompok yang selama ini merasa terlalu “mahal” untuk masuk ke ekosistem Mac.



Menurut laporan terbaru dari firma riset ternama asal Taiwan, TrendForce, MacBook anyar ini akan dirilis sekitar Maret atau April 2026. Posisinya secara eksplisit ditujukan untuk menempati ceruk pasar di bawah MacBook Air, yang selama ini menjadi pintu masuk paling terjangkau ke dunia macOS. Namun, kali ini Apple berani lebih jauh: menawarkan harga yang bahkan bisa mencapai di bawah US$700, menjadikannya opsi paling ekonomis yang pernah ditawarkan oleh Apple untuk perangkat Mac.

“Apple berencana memasarkan model ini dengan harga kompetitif untuk menarik pembeli,” tulis TrendForce dalam siaran persnya, menegaskan bahwa perusahaan sedang bermain di wilayah harga yang selama ini didominasi oleh Chromebook dan laptop Windows kelas menengah.

Chip A18 Pro: Langkah Berani, tapi Cerdas
Salah satu aspek paling mengejutkan dari MacBook terjangkau ini adalah penggunaan chip A18 Pro—prosesor yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi iPhone 16 Pro. Ini adalah pertama kalinya sejak Apple beralih ke arsitektur in-house berbasis ARM pada 2020, bahwa chip dari lini iPhone dipakai di perangkat Mac.


Langkah ini menuai pro dan kontra di kalangan pengamat teknologi. Namun banyak yang menilai ini justru merupakan manuver cerdas. A18 Pro memiliki konfigurasi 6-core CPU, 6-core GPU, dan Neural Engine 16-core yang mampu menjalankan hingga 35 triliun operasi per detik. Meski bukan chip M-series, performanya diklaim setara dengan chip M1 generasi awal, yang secara historis telah terbukti sangat mumpuni untuk tugas-tugas komputasi sehari-hari.

Lebih menarik lagi, A18 Pro juga mendukung penuh fitur Apple Intelligence, ekosistem AI generatif Apple yang mulai diperkenalkan sejak iOS 18 dan macOS Sequoia. Artinya, meski harganya terjangkau, pengguna tetap tidak kehilangan akses ke fitur-fitur canggih yang menjadi ciri khas Apple di era AI.

Harga yang Menggoda: Mulai dari US$599
TrendForce memperkirakan rentang harga MacBook ini akan berada di antara US$599 hingga US$799, jauh di bawah harga dasar MacBook Air yang saat ini dipatok mulai US$999. Di pasar Amerika Serikat, MacBook Air M1—yang kini dianggap sebagai model “legacy”—masih tersedia di toko seperti Walmart dengan harga US$599, bahkan sempat turun ke US$549 selama promo Black Friday.

Kehadiran MacBook A18 Pro ini jelas dimaksudkan untuk menggantikan posisi MacBook Air M1 tersebut, sekaligus memberikan opsi baru yang lebih modern, ringan, dan hemat daya—tanpa harus membayar premium.

Desain Ringkas, Tapi Ada Kompromi
Meski menjanjikan harga murah dan performa solid, Apple tidak luput dari kompromi. Laporan menyebut bahwa MacBook terjangkau ini hanya akan dilengkapi RAM 8GB, sementara lini MacBook Air dan Pro terbaru telah beralih ke standar minimal 16GB RAM. Ini bisa menjadi batasan bagi pengguna yang membutuhkan multitasking intensif atau menjalankan aplikasi kreatif berat.

Selain itu, chip A18 Pro tidak mendukung protokol Thunderbolt, sehingga port yang tersedia kemungkinan besar hanya USB-C standar dengan bandwidth yang lebih rendah. Implikasinya? Dukungan untuk layar eksternal terbatas, dan kecepatan transfer data tidak akan secepat model MacBook Pro atau Air berbasis chip M2 ke atas.

Tapi jangan khawatir—ini bukan laptop untuk editor video 4K atau developer game. Apple justru menyasar pelajar, pekerja kantoran, dan pengguna rumahan yang butuh perangkat andal untuk browsing, mengetik dokumen, meeting virtual, dan streaming konten.

Layar 12,9 Inci dan Desain Nostalgia
Dari sisi desain, rumor kuat menyebut MacBook ini akan mengusung layar 12,9 inci, ukuran yang mirip dengan iPad Air dan iPad Pro terbaru. Angka ini sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci, namun memberikan rasio aspek yang lebih modern dan portabilitas tinggi.

Publikasi teknologi Taiwan, DigiTimes, bahkan menyebut bahwa desain fisiknya akan mengambil inspirasi dari MacBook 12 inci—model legendaris yang dihentikan produksinya pada 2019. Artinya, kita bisa berharap perangkat ini tampil ultra-tipis, ringan, dan minimalis, dengan fokus pada kenyamanan mobilitas.

Analis terkemuka Apple, Ming-Chi Kuo, juga menambahkan bahwa MacBook ini akan tersedia dalam empat pilihan warna: silver, blue, pink, dan yellow, menandakan bahwa Apple ingin menarik minat konsumen muda dan generasi Z yang menghargai personalisasi.

Benchmark: Tidak Kalah dari Pendahulunya
Hasil pengujian Geekbench 6 memberikan gambaran kinerja yang menjanjikan. Skor single-core A18 Pro mencapai sekitar 3.500, hanya sedikit di bawah chip M4 terbaru. Sementara skor multi-core berada di kisaran 8.780—cukup tangguh untuk menyaingi M1, dan jauh melampaui kebanyakan prosesor Intel U-series yang masih dipakai di laptop Windows entry-level.

Keunggulan lainnya adalah efisiensi termal. Berkat arsitektur ARM dan proses fabrikasi 3nm atau bahkan 2nm, chip A18 Pro bisa beroperasi tanpa kipas, menjadikan perangkat ini senyap total—ideal untuk ruang perpustakaan, kelas, atau kerja remote.

Strategi, Bukan Sekadar “Produk Murahan”
Media teknologi Apple Gadget Hacks menilai langkah Apple ini sebagai ekspansi pasar yang cerdas, bukan sekadar “produksi Mac murah dengan banyak pengurangan fitur”.

“Ini bukan soal menciptakan Mac yang dikompromikan, melainkan ekspansi strategis melalui pilihan rekayasa yang cerdas,” tulis mereka.

Dengan strategi ini, Apple tidak hanya memperluas basis penggunanya, tetapi juga mendorong lebih banyak orang masuk ke ekosistem Apple—dan kemungkinan besar, tetap tinggal di dalamnya untuk pembelian berikutnya.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Pencairan KJP Plus Januari 2026, Besaran Dana, dan Cara Cek Statusnya Secara Lengkap

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya