Viral di X! Minuman Matcha Dikemas dalam Wadah Mirip Infus dengan Tulisan D5 – Apa Arti dan Bahayanya?
matcha-pixabay-
Viral di X! Minuman Matcha Dikemas dalam Wadah Mirip Infus dengan Tulisan D5 – Apa Arti dan Bahayanya?
Dunia media sosial kembali digemparkan oleh tren terbaru yang memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran netizen. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah minuman matcha yang dikemas dalam wadah menyerupai kantong infus medis lengkap dengan tulisan “D5” dan logo perusahaan alat kesehatan terkenal, PT Otsuka. Produk tersebut, yang diklaim berasal dari kedai Buba Tea Bali, langsung menjadi perbincangan hangat di platform X (sebelumnya Twitter), bahkan menarik perhatian tenaga kesehatan (nakes) hingga ahli gizi.
Video yang beredar menampilkan kantong plastik transparan berisi cairan hijau matcha, dilengkapi selang infus dan tetesan seperti yang biasa ditemukan di rumah sakit. Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya bentuknya yang nyaris identik dengan infus medis, melainkan adanya label “D5” dan merek perusahaan farmasi di permukaannya. Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah aman mengonsumsi minuman dari kemasan semacam ini?
Netizen Heboh, Tenaga Kesehatan Angkat Bicara
Akun viral @txtdaribrand pertama kali mengunggah temuan ini pada awal pekan ini dengan caption yang memancing diskusi:
“Lagi ramai gimik packaging infus dari Buba Tea Bali. Netizen mempertanyakan keterangan D5 dan pabrik produksinya.”
Respons pun datang cepat. Salah satunya dari Afriezal Kamil, seorang tenaga kesehatan sekaligus konten kreator di X (@afrkml), yang menyuarakan kekhawatirannya melalui cuitan tajam:
“1. Ada label obat keras! 2. Kalau pun custom packaging, kenapa masih include nama PT Otsuka? Jujur aja, ini limbah medis atau beli baru?”
Pertanyaan Afriezal bukan tanpa dasar. Sebab, apakah kemasan itu merupakan limbah medis bekas pakai atau produk baru yang sengaja dirancang menyerupai infus, keduanya sama-sama mengandung risiko serius bagi kesehatan konsumen.
Apa Sebenarnya Arti “D5” yang Tertulis di Kantong Infus?
Istilah “D5” yang membuat heboh netizen ternyata bukan sekadar kode acak. Menurut situs medis terpercaya Drugs.com, D5 merupakan singkatan dari Dextrose 5%, yaitu larutan glukosa (gula sederhana) dalam air dengan konsentrasi 5%.
Cairan infus jenis ini lazim digunakan dalam dunia medis untuk berbagai keperluan klinis, seperti:
Mengatasi hipoglikemia (kadar gula darah rendah),
Memberikan cairan pengganti pada pasien pascaoperasi,
Menangani pasien dengan dehidrasi berat, luka bakar, atau trauma fisik.
Dalam dunia medis, larutan ini juga dikenal dengan istilah D5W (Dextrose 5% in Water). Awalnya bersifat isotonik—artinya memiliki tekanan osmotik yang seimbang dengan cairan tubuh—namun setelah glukosa di dalamnya dimetabolisme oleh tubuh, larutan ini berubah menjadi hipotonik, yang memungkinkan air bebas diserap ke dalam sel untuk hidrasi seluler.
Mengapa Penggunaan Kantong Infus sebagai Kemasan Minuman Sangat Berisiko?
Meski terlihat “keren” dan unik, penggunaan kantong infus—baik bekas maupun baru—sebagai wadah minuman sangat tidak dianjurkan dan bahkan melanggar standar keamanan pangan.
Pertama, kantong infus tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan atau minuman konsumsi. Bahan plastiknya tidak food-grade, artinya tidak melalui uji keamanan untuk bahan yang bersentuhan langsung dengan produk yang dikonsumsi manusia.
Kedua, jika kemasan berasal dari limbah medis, risiko kontaminasi mikroba, virus, atau residu obat sangat tinggi. Bahkan proses pembersihan sederhana tidak menjamin kesterilan penuh.
Ketiga, jika kemasan tersebut adalah produk baru yang sengaja dibeli, tetap saja bahan kimianya tidak diuji untuk keamanan pangan. Beberapa plastik medis mengandung bahan aditif seperti DEHP (Dietilheksil ftalat) yang bersifat karsinogenik jika terpapar jangka panjang.
“Kantong infus itu bukan wadah makanan. Ini bukan soal estetika, tapi soal keselamatan konsumen,” tegas seorang apoteker yang enggan disebut namanya.
Respons Publik dan Tren “Medical Aesthetic” di Industri F&B
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, industri makanan dan minuman (F&B) memang kerap memanfaatkan gaya visual medis—mulai dari botol serum wajah hingga alat suntik—sebagai strategi pemasaran yang disebut medical aesthetic.
Namun, batas antara kreativitas dan tanggung jawab keamanan tampaknya mulai kabur. Di TikTok dan Instagram, unggahan minuman “infus matcha” ini justru jadi viral challenge, dengan tagar seperti #InfusMatcha dan #DripTea yang menarik ribuan views.
Sayangnya, popularitas tidak serta-merta menjamin keamanan. Banyak netizen awam yang terpikat oleh tampilan unik tanpa menyadari potensi bahaya di baliknya.
Pakar: Inovasi Harus Dibarengi Edukasi dan Regulasi
Ahli keamanan pangan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Lina Rahmawati, menekankan bahwa inovasi kemasan boleh-boleh saja, asalkan: