Viral! Eks Karyawan Roti O Ungkap Pengalaman Traumatis Kecelakaan Kerja: Gigi Patah, Wajah Lebam, Perusahaan Diduga Abaikan Tanggung Jawab
Roti-Instagram-
Viral! Eks Karyawan Roti O Ungkap Pengalaman Traumatis Kecelakaan Kerja: Gigi Patah, Wajah Lebam, Perusahaan Diduga Abaikan Tanggung Jawab
Media sosial kembali dihebohkan oleh unggahan viral yang mengungkap dugaan pelanggaran hak keselamatan kerja di salah satu merek roti ternama Tanah Air, Roti O. Seorang mantan karyawan membagikan curahan hatinya yang menggambarkan pengalaman traumatis akibat kecelakaan kerja yang tidak ditangani dengan layak oleh manajemen perusahaan. Kisahnya bukan hanya soal cedera fisik, tetapi juga rasa kecewa mendalam akibat ketiadaan empati, pertolongan medis, maupun bentuk pertanggungjawaban dari pihak perusahaan.
Unggahan tersebut pertama kali muncul di platform X (sebelumnya Twitter) melalui akun @tanyakanrl pada Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam narasinya yang penuh emosi, mantan karyawan—yang hingga kini memilih anonim—menceritakan secara detail momen mengerikan yang dialaminya saat masih aktif bekerja di salah satu gerai Roti O.
Kecelakaan di Kamar Mandi saat Jam Kerja
Menurut pengakuannya, insiden terjadi saat ia sedang dalam jam kerja resmi, meskipun berlangsung pada malam hari. Ia mengalami kecelakaan di kamar mandi tempat kerjanya akibat lantai licin yang diduga tidak diberi tanda peringatan atau perlakuan keselamatan yang memadai.
“Gua waktu bekerja, pernah mengalami kecelakaan pada saat jam kerja di kamar mandi, dikarenakan terpeleset di kamar mandi, dan alhasil gigi gua patah, dan muka gua lebam karena terbentur lantai sangat keras,” tulisnya dengan nada getir.
Cedera yang dialami bukanlah luka ringan. Gigi patah dan memar parah di wajah menjadi bukti fisik dari kerasnya benturan yang dialami. Namun, yang lebih menyakitkan, menurutnya, adalah respons—atau lebih tepatnya ketiadaan respons—dari pihak perusahaan usai kejadian tersebut.
Tanpa Pertolongan Medis, Tanpa Empati
Alih-alih segera mendapatkan pertolongan medis, mantan karyawan itu mengaku dibiarkan sendirian dalam kondisi lemah. Tak ada supervisor, leader, maupun rekan kerja yang mengantarkannya ke rumah sakit atau bahkan sekadar menawarkan bantuan pertama.
“Untuk perusahaan ga ada sama sekali itikad baik untuk mengantarkan gua ke rumah sakit, mau itu pihak supervisor, karyawan, leader, atau siapa pun,” ungkapnya.
Lebih menyakitkan lagi, tidak satu pun dari jajaran manajemen maupun rekan kerja memberikan ucapan simpati atau doa kesembuhan. “Mengantarkan ke rumah sakit pun ga ada, ngucapin semoga cepat sembuh dari atasan, karyawan, maupun leader pun ga ada. Bener bener di luar nalar,” lanjutnya, menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap budaya kerja yang ia alami.
Libur Karena Cedera, Malah Dianggap Ceroboh
Keesokan harinya, kondisi fisik dan mentalnya memburuk. Ia memutuskan untuk mengambil cuti, meskipun seharusnya menjalani lembur sesuai jadwal kerja. Namun, keputusan itu justru tidak mendapat pengertian dari pihak perusahaan.
“Gua besoknya memutuskan untuk ambil libur yang harusnya gua lembur, karena bener bener udah ga kuat lagi, dan ga ada inisiatif apa pun dari pihak Roti O,” tulisnya.
Alih-alih menerima bentuk dukungan atau kompensasi—sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia terkait kecelakaan kerja—ia malah dituding ceroboh. “Gua malah dinilai ceroboh segala macem,” katanya dengan nada getir, menegaskan bahwa korban justru disalahkan atas kejadian yang terjadi di lingkungan kerja yang seharusnya aman.
Publik Geram, Tagar #JusticeForRotiOKaryawan Mencuat
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Twitter. Netizen pun bereaksi keras, mengecam dugaan sikap abai Roti O terhadap kesejahteraan dan keselamatan karyawannya.