Daftar 6 Film dan Drakor yang Dibintangi Ahn Sung Ki Aktor Korea yang Meninggal Dunia karena Kanker Darah

Daftar 6 Film dan Drakor yang Dibintangi Ahn Sung Ki Aktor Korea yang Meninggal Dunia karena Kanker Darah

Ahn-Instagram-

Daftar 6 Film dan Drakor yang Dibintangi Ahn Sung Ki Aktor Korea yang Meninggal Dunia karena Kanker Darah

Dunia perfilman Korea Selatan berduka. Aktor senior sekaligus ikon nasional, Ahn Sung-ki, dikabarkan meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah berjuang melawan kanker darah. Kabar duka ini mengguncang industri hiburan Negeri Ginseng dan mengundang simpati luas dari para penggemar, rekan sesama artis, hingga pemerintah Korea Selatan. Ahn Sung-ki bukan sekadar aktor; ia adalah arsitek emosional yang membentuk wajah perfilman Korea modern melalui puluhan peran yang menyentuh jiwa dan menggugah kesadaran sosial.



Selama lebih dari lima dekade berkarya, Ahn Sung-ki telah membintangi lebih dari 140 film, menjadikannya salah satu aktor paling prolifik dalam sejarah sinema Korea. Namanya identik dengan kualitas, kedalaman akting, dan kemampuan luar biasa dalam menjelma menjadi beragam karakter—dari tentara, penyanyi rock tua, hingga tokoh pahlawan nasional. Berikut ini adalah deretan film ikonik yang tidak hanya menandai perjalanan kariernya, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman Korea.

A Fine, Windy Day (1980): Lompatan Awal Menuju Kemasyhuran
Di awal dekade 1980-an, saat industri film Korea masih berjuang mencari identitas pasca-rezim otoriter, A Fine, Windy Day muncul sebagai angin segar. Film ini menandai transformasi Ahn Sung-ki dari aktor remaja menjadi bintang dewasa yang serius. Dalam perannya sebagai seorang pemuda idealis yang terjebak dalam dinamika politik dan asmara, Ahn berhasil menampilkan kerentanan dan harapan generasi mudanya. Karya ini bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi katalis bagi gelombang baru sinema realis di Korea Selatan.

Deep Blue Night (1984): Saat Seni Bertemu dengan Ketajaman Sosial
Empat tahun kemudian, Ahn Sung-ki kembali mencuri perhatian lewat Deep Blue Night, sebuah drama psikologis yang mengeksplorasi trauma pasca-perang dan konflik kelas sosial. Di tengah pembatasan ketat terhadap ekspresi artistik saat itu, film ini berani menyentuh isu-isu sensitif seperti kemiskinan struktural dan alienasi urban. Akting Ahn—tenang, intens, namun penuh nuansa—mendapat pujian luas dan mengukuhkannya sebagai aktor dengan kedalaman emosional yang jarang dimiliki rekan-rekannya. Karya ini kini dianggap sebagai salah satu klasik abadi sinema Korea.


Two Cops (1993): Komedi Aksi yang Mengguncang Box Office
Memasuki era 1990-an, Ahn Sung-ki membuktikan bahwa ia tak hanya unggul dalam drama berat, tapi juga mampu bersinar dalam genre komedi. Two Cops, yang ia bintangi bersama aktor legendaris Park Joong-hoon, menjadi fenomena budaya. Film ini menggambarkan dinamika dua detektif dengan kepribadian bertolak belakang, dan chemistry mereka menjadi daya tarik utama. Two Cops tidak hanya menjadi box office, tetapi juga memicu tren film duet polisi yang bertahan selama bertahun-tahun. Lebih dari itu, film ini menunjukkan sisi hangat dan humoris Ahn yang selama ini jarang terlihat.

Silmido (2003): Sejarah Baru di Layar Lebar
Tahun 2003 menjadi titik balik besar dalam sejarah perfilman Korea, dan Ahn Sung-ki berada di garda depan. Silmido, film berdasarkan kisah nyata pasukan rahasia Korea Selatan yang dilatih untuk membunuh Kim Il-sung, menjadi film pertama di Korea yang menembus angka 10 juta penonton—sebuah pencapaian monumental pada masanya. Sebagai salah satu tokoh utama, Ahn membawakan peran dengan gravitasi dan keheningan yang memilukan, menggambarkan pengorbanan dan pengkhianatan negara terhadap anak-anaknya sendiri. Silmido tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga memicu diskusi nasional tentang rekonsiliasi sejarah dan hak asasi manusia.

Radio Star (2006): Puncak Humanisme dalam Akting
Jika ada satu film yang merangkum jiwa Ahn Sung-ki, mungkin itulah Radio Star. Dalam film ini, ia berperan sebagai manajer setia dari mantan bintang rock yang kariernya memudar. Dengan sentuhan humor, nostalgia, dan kepedihan yang halus, Ahn menyajikan karakter yang penuh cinta tanpa syarat—seorang pria biasa yang luar biasa dalam kesetiannya. Film ini memenangkan berbagai penghargaan dan menjadi favorit kritikus. Banyak yang menyebut aktingnya di sini sebagai “sempurna dalam kesederhanaan.”

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya