TNI AD Angkat Bicara soal Kematian Pratu Farkhan: Janji Tindak Tegas Pelaku Jika Terbukti Bersalah
Tni-Instagram-
TNI AD Angkat Bicara soal Kematian Pratu Farkhan: Janji Tindak Tegas Pelaku Jika Terbukti Bersalah
TNI Angkatan Darat (TNI AD) akhirnya bersuara secara resmi menyusul meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit muda yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di wilayah penugasan Papua. Kasus ini mencuat ke permukaan pada Rabu, 31 Desember 2025, dan langsung memicu keprihatinan publik serta sorotan luas dari berbagai kalangan, termasuk pegiat HAM dan masyarakat sipil.
Dalam keterangan pers yang dirilis pada Minggu, 4 Januari 2026, Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Pratu Farkhan. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan prajurit muda yang tengah menjalankan tugas suci membela negara di daerah operasi yang penuh tantangan.
“Almarhum adalah prajurit muda yang sedang menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pimpinan TNI AD,” ujar Donny Pramono.
Langkah Cepat dan Penanganan Serius Sejak Awal Kejadian
Brigjen Donny menekankan bahwa sejak awal insiden terungkap, TNI AD telah mengambil langkah-langkah cepat dan tegas. Pihaknya tidak menunggu lama untuk mengamankan oknum prajurit senior yang diduga terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut. Proses investigasi internal pun segera diinisiasi oleh unsur komando terkait, dengan komitmen untuk mengungkap fakta secara objektif, menyeluruh, dan transparan.
“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyelurhan oleh unsur komando terkait,” terang Donny.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Tim investigasi dari TNI AD bekerja sama dengan berbagai pihak internal untuk memastikan akurasi data serta meminimalkan potensi bias dalam proses pengungkapan kasus. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap publik dan keluarga almarhum.
TNI AD Tegaskan Tak Akan Toleransi Kekerasan
Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Kadispenad adalah sikap tegas TNI AD terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan internal, apalagi jika berujung pada hilangnya nyawa seorang prajurit. Donny menegaskan bahwa institusi tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik brutal yang melanggar hukum dan etika militer.
“TNI AD tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan. Apalagi jika mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit,” tegasnya.
Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa jika hasil penyelidikan mengungkap adanya pelanggaran hukum atau disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan berlaku. Hal ini mencakup kemungkinan sanksi administratif hingga pidana militer terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Penguatan Pembinaan Internal demi Cegah Tragedi Serupa
Sebagai tindak lanjut dari insiden ini, TNI AD juga telah menginstruksikan seluruh satuan untuk memperkuat pembinaan mental, disiplin, dan nilai-nilai keprajuritan kepada seluruh personel, terutama prajurit muda yang baru pertama kali ditempatkan di wilayah operasi. Upaya ini bertujuan mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan bahwa budaya kekerasan tidak tumbuh dalam tubuh TNI.
“Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan prajurit, khususnya di wilayah penugasan. Tidak boleh lagi ada prajurit yang menjadi korban kekerasan dari rekan atau atasannya sendiri,” imbuh Donny.