Siapa Anak dan Istri John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia yang dipilih PSSI untuk Gantikan Patrick Kluivert, Bukan Orang Sembarangan?
John-Instagram-
Siapa Anak dan Istri John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia yang dipilih PSSI untuk Gantikan Patrick Kluivert, Bukan Orang Sembarangan?
Dunia sepak bola Tanah Air kembali dikejutkan dengan kabar penting. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai Kepala Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Putra Indonesia, menggantikan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, yang masa jabatannya berakhir pada akhir 2025.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @timnasindonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam unggahan berlatar belakang merah putih dengan foto John Herdman yang tampak serius namun penuh keyakinan, tertulis jelas:
“@PSSI resmi menunjuk @officialjohnherdman sebagai Kepala Pelatih baru Tim Nasional Putra Indonesia.”
Langkah ini pun langsung menyita perhatian publik, terutama para pecinta sepak bola Indonesia yang telah lama menanti sosok pelatih dengan visi jangka panjang dan rekam jejak internasional yang mumpuni.
Sosok John Herdman: Pelatih Visioner dengan Jejak Emas di Kanada
Lalu, siapa sebenarnya John Herdman yang kini dipercaya membawa Garuda terbang lebih tinggi?
Lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975, pria berusia 50 tahun ini bukanlah nama asing di dunia kepelatihan internasional. Ia dikenal luas sebagai sosok pelatih yang mampu membawa transformasi signifikan pada tim-tim yang diasuhnya, terutama di Kanada, negeri yang diadopsinya sebagai rumah kedua dalam karier sepak bolanya.
John Herdman pertama kali mengukir sejarah ketika ia menangani Timnas Wanita Kanada pada 2011. Di bawah arahannya, tim tersebut berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012—pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola wanita Kanada. Ia kemudian dipercaya pula untuk menangani Timnas Pria Kanada pada 2018, menjadikannya pelatih pertama di dunia yang pernah melatih kedua tim nasional pria dan wanita dari negara yang sama di ajang Piala Dunia FIFA.
Puncak kariernya bersama tim pria terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana ia berhasil membawa Kanada—yang sempat absen selama 36 tahun dari panggung Piala Dunia—kembali tampil di turnamen paling bergengsi di planet ini.
Meski timnya belum mampu lolos dari fase grup, Herdman dipuji karena mampu menanamkan mental juara, disiplin taktis, dan semangat kebanggaan nasional pada para pemainnya—hal yang selama ini kerap disebut sebagai kekurangan dalam sepak bola Indonesia.
Mengapa PSSI Memilih Herdman?
Penunjukan Herdman tidak datang begitu saja. Menurut sumber internal PSSI yang enggan disebutkan namanya, keputusan ini merupakan hasil dari proses rekrutmen panjang yang melibatkan konsultan internasional dan evaluasi menyeluruh terhadap puluhan kandidat dari berbagai negara.
"Kami mencari pelatih yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki filosofi pembangunan jangka panjang, kemampuan membina pemain muda, serta kapasitas untuk membawa perubahan budaya di dalam tim," ujar sumber tersebut.
Herdman, menurut PSSI, dinilai memenuhi semua kriteria tersebut. Ia dikenal sebagai pelatih yang sangat people-oriented, suka terlibat langsung dalam pengembangan karakter pemain, dan memiliki rekam jejak dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat—mulai dari akademi hingga tim senior.
Respons Publik: Antara Harapan dan Kekhawatiran
Pengumuman ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial. Banyak netizen menyambut positif kedatangan Herdman, berharap kehadirannya menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia yang kerap terjebak dalam siklus prestasi stagnan.
Akun @junzstiep menulis:
“Kita kawal aja dulu gaes. Ingat, pelatih dan pemain terhebat pun kalau sistemnya tetap itu-itu saja, mah kita hanya bisa berdoa agar prestasi sepak bola kita bisa lebih baik.”
Sementara itu, akun @ibnuadaam menyoroti pentingnya independensi pelatih:
“Selamat bekerja, Coach! Semoga tidak bisa di-‘setir’ oleh federasi.”
Namun, tidak sedikit pula yang bersikap skeptis, mengingat sejarah panjang pergantian pelatih di Timnas Indonesia yang kerap berakhir dengan kekecewaan.
“Korban federasi selanjutnya wkwkwk. Berprestasi di depak, gak berprestasi apalagi,” sindir akun @okrwn_, menggambarkan keraguan publik terhadap komitmen PSSI dalam memberikan ruang kerja yang kondusif bagi pelatih asing.