Roti O Kembali Jadi Sorotan: Dari Penolakan Tunai hingga Dugaan Praktik Kerja Toxic, Warganet Serukan Boikot!

Roti O Kembali Jadi Sorotan: Dari Penolakan Tunai hingga Dugaan Praktik Kerja Toxic, Warganet Serukan Boikot!

Roti-Instagram-

“Mana persyaratan lokernya gila—gak masuk logika. Ini bukan cuma soal roti, tapi soal etika bisnis,” tegas akun @irfanzeeee.

Antara Citra dan Realitas: Tantangan Brand di Era Transparansi Sosial
Kasus Roti O menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi merek-merek modern di era digital: ketika citra yang dibangun di media sosial bisa runtuh dalam hitungan jam akibat unggahan satu mantan karyawan.



Baca juga: Steven Wongso Ngaku Nyesel Ngasih Tas Channel Senilai 98 Juta kepada Mantan kekasihnya Arafah Rianti

Pakar komunikasi korporat, Dr. Rina Wijaya, dalam wawancara singkat mengatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas kini menjadi kunci utama reputasi perusahaan.

“Konsumen masa kini tidak hanya membeli produk, tapi juga nilai-nilai yang diusung perusahaan. Jika ada ketimpangan antara citra publik dan realitas internal, maka risiko boikot sangat nyata,” jelasnya.


Apa Langkah Selanjutnya untuk Roti O?
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Roti O belum memberikan pernyataan resmi terkait rangkaian tuduhan tersebut. Namun, di tengah gelombang kritik yang terus menguat, langkah cepat dan tulus—bukan sekadar klarifikasi—akan sangat menentukan apakah brand ini mampu bertahan atau justru kehilangan kepercayaan publik secara permanen.

Bagi konsumen, kasus ini mengingatkan pentingnya untuk tidak hanya terpikat pada rasa atau estetika kemasan, tapi juga menelisik bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan manusia di balik layarnya—baik pelanggan maupun karyawannya.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya