Ancaman Hukum Mengintai Suami Boiyen, Rully Anggi Akbar: Wajib Lunasi Utang Investasi Rp300 Juta Sebelum 5 Januari 2026 atau Hadapi Proses Pidana
Boiyen-Instagram-
Ancaman Hukum Mengintai Suami Boiyen, Rully Anggi Akbar: Wajib Lunasi Utang Investasi Rp300 Juta Sebelum 5 Januari 2026 atau Hadapi Proses Pidana
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi yang menyeret nama Rully Anggi Akbar, suami dari selebriti Tanah Air Boiyen, kini memasuki babak kritis. Pria yang akrab disapa Ezel ini diwajibkan melunasi utang investasi senilai lebih dari Rp300 juta paling lambat pada 5 Januari 2026. Jika gagal memenuhi tenggat tersebut, langkah hukum pidana siap diambil oleh para korban.
Kasus ini bermula dari ajakan investasi bisnis kuliner yang sempat dianggap transparan dan menjanjikan. Namun, perjalanan kerja sama tersebut berujung kekecewaan setelah Ezel tiba-tiba menghilang dari komunikasi dan berhenti memberikan laporan keuangan sejak awal 2024.
Janji Manis yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
Menurut informasi yang dihimpun, Ezel awalnya menawarkan skema investasi yang terlihat profesional. Ia menjanjikan pembagian keuntungan secara rutin kepada para investor, dengan laporan keuangan bulanan yang dikirimkan tanpa hambatan selama lima bulan pertama—tepatnya dari Agustus hingga Desember 2023.
Namun, sejak Januari 2024, pola komunikasi berubah drastis. Tak ada lagi update laporan, tak ada pembagian laba, bahkan upaya menghubungi Ezel kerap kali tak mendapat respons. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, yang kemudian mendesak klarifikasi dan pertanggungjawaban.
Permintaan Perpanjangan Waktu Ditolak Tegas
Menyadari tekanan dari para pihak yang dirugikan, Ezel sempat mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelunasan hingga 15 Januari 2026. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh korban.
“Sudah berkali-kali kami memberi kesempatan, tapi tidak ada itikad baik yang ditunjukkan. Kami hanya memberikan waktu sampai tanggal 5 Januari untuk segera membayar dan melunasi,” tegas Santo Nababan, kuasa hukum korban, dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Menurut Santo, keputusan menolak perpanjangan waktu bukan tanpa alasan. Para korban telah mengalami kerugian finansial yang signifikan selama hampir dua tahun, dan kepercayaan mereka terhadap Ezel telah habis.
Ancaman Hukum Pidana Siap Dijalankan
Jika hingga batas waktu yang ditentukan—5 Januari 2026—tidak ada penyelesaian konkret, tim kuasa hukum korban telah menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur pidana.
“Jika lewat dari tanggal 5 Januari, kami akan segera melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ke pihak berwajib,” ujar Santo tegas. “Kami memiliki cukup bukti, termasuk komunikasi digital, dokumen perjanjian, serta rekam jejak transaksi yang menunjukkan adanya unsur kesengajaan dalam pengalihan dana.”
Pasal-pasal yang kemungkinan besar akan dikenakan meliputi Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, yang masing-masing mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga empat tahun.
Boiyen: Di Balik Sorotan Publik
Meski nama Boiyen sendiri tidak terlibat langsung dalam transaksi investasi ini, statusnya sebagai istri Ezel tak pelak membuat kasus ini menjadi sorotan publik. Sebagai figur publik yang dikenal lewat perannya di dunia hiburan, Boiyen kini juga menjadi sorotan media terkait dinamika keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Boiyen terkait situasi suaminya. Namun, publik menantikan responsnya, mengingat banyak di antara penggemarnya yang turut prihatin atas perkembangan kasus ini.
Pelajaran Penting bagi Calon Investor
Kasus Ezel dan Boiyen menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya calon investor, untuk lebih waspada dalam menanamkan modal—meskipun tawaran datang dari orang yang dikenal atau terlihat tepercaya.
Para ahli keuangan menyarankan agar setiap investasi dilengkapi dengan perjanjian tertulis yang jelas, audit independen, serta mekanisme pelaporan berkala yang transparan. Tanpa itu, risiko penipuan dan kerugian finansial akan selalu mengintai.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Dengan tenggat waktu yang kini tinggal hitungan hari, semua mata tertuju pada langkah yang akan diambil Rully Anggi Akbar. Apakah ia akan memenuhi kewajibannya dan menghindari jerat hukum? Atau justru memilih diam dan siap menghadapi proses pidana?
Yang pasti, kasus ini menjadi sorotan tidak hanya karena nilai finansial yang terlibat, tetapi juga karena konflik antara kepercayaan, bisnis, dan reputasi publik yang saling bertautan.