Agak Laen: Menyala Pantiku! Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Salip Jumbo dan KKN di Desa Penari
Agak laen-Instagram-
Agak Laen: Menyala Pantiku! Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Salip Jumbo dan KKN di Desa Penari
Dunia perfilman Tanah Air kembali mencatat sejarah baru! Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi menjadi film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa, mengungguli dua raksasa box office sebelumnya: Jumbo dan KKN di Desa Penari. Hingga awal Januari 2026, film produksi Imajinari ini telah ditonton oleh 10.250.035 penonton, menjadikannya fenomena budaya populer sekaligus tonggak prestasi baru dalam industri perfilman nasional.
Keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku! bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa humor lokal, dikemas dengan cerita yang solid dan chemistry kuat antar pemain, mampu menembus batas ekspektasi industri. Film ini bahkan mencatatkan pencapaian gemilang meski harus berbagi layar dengan film Hollywood besar, Avatar: Ash and Fire karya sutradara legendaris James Cameron.
Dari Gagal Menjadi Pahlawan: Sinopsis yang Menggugah Tawa dan Emosi
Agak Laen: Menyala Pantiku! merupakan sekuel dari film Agak Laen yang sukses besar pada 2024. Film ini kembali menghadirkan keempat komedian kondang: Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion, yang kali ini berperan sebagai empat polisi yang karier kepolisiannya nyaris tamat. Mereka gagal mengungkap kasus pembunuhan putra seorang wali kota—suatu kegagalan yang hampir merenggut jabatan dan reputasi mereka.
Namun, peluang terakhir datang dalam bentuk misi penyamaran paling tak biasa: menyusup ke sebuah panti jompo untuk mencari jejak sang pembunuh. Di situlah kekocakan, kecerdasan, dan sisi kemanusiaan mereka diuji. Cerita yang awalnya terasa konyol berubah menjadi petualangan penuh makna, menyoroti isu-isu sosial seperti penuaan, marginalisasi lansia, hingga loyalitas dalam persahabatan—semua disajikan dengan bumbu komedi segar yang khas Imajinari.
Mengalahkan Jumbo dan KKN di Desa Penari dalam Pertarungan Box Office
Sebelum Agak Laen: Menyala Pantiku! menggebrak, rekor film terlaris dipegang oleh Jumbo, film animasi produksi Visinema Studios yang sukses besar di pertengahan 2025 dengan 10.233.002 penonton. Jumbo sendiri sempat menggeser KKN di Desa Penari (10.061.033 penonton), film horor fenomenal dari MD Pictures yang sempat mendominasi layar lebar selama berbulan-bulan.
Namun, dalam waktu singkat, Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil menyalip keduanya, sekaligus menjadi bukti bahwa genre komedi—yang selama ini kerap dianggap "ringan"—bisa menjadi kekuatan besar di industri perfilman jika dikemas dengan orisinalitas dan keberanian kreatif.
Dominasi Franchise Agak Laen di Papan Box Office
Menariknya, bukan hanya sekuelnya yang sukses. Film pertama Agak Laen (2024) juga masih kokoh di peringkat keempat daftar film terlaris Indonesia sepanjang masa dengan 9.126.607 penonton. Ini menandakan bahwa franchise Agak Laen telah berhasil membangun basis penggemar yang loyal sekaligus menunjukkan konsistensi kualitas dari satu film ke film berikutnya.
Daftar 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa (Per Januari 2026)
Berikut adalah daftar resmi 10 film Indonesia dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa berdasarkan data dari Komite Nasional Film Indonesia (KNFI):
Agak Laen: Menyala Pantiku! – 10.250.035 penonton
Jumbo – 10.233.002 penonton
KKN di Desa Penari – 10.061.033 penonton
Agak Laen – 9.126.607 penonton
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 – 6.858.616 penonton
Pengabdi Setan 2: Communion – 6.391.982 penonton
Dilan 1990 – 6.315.664 penonton
Miracle in Cell No. 7 – 5.852.916 penonton
Vina: Sebelum 7 Hari – 5.815.945 penonton
Dilan 1991 – 5.253.411 penonton
Dukungan Penonton dan Strategi Pemasaran yang Jitu
Keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku! tak lepas dari strategi pemasaran digital yang luar biasa. Tim Imajinari aktif memanfaatkan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts untuk merilis cuplikan lucu, behind-the-scenes, serta tantangan interaktif yang melibatkan penonton. Hasilnya? Viralitas yang berkelanjutan dan antusiasme publik yang tak surut hingga minggu-minggu akhir penayangan.