Inara Rusli dan Insanul Fahmi Berupaya Sahkan Pernikahan Siri: Menanti Restu Wardatina Mawa demi Kepastian Hukum
inara rusli--
Publik Terbelah, Netizen Perdebatkan Hak dan Moral
Kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi kembali memantik perdebatan sengit di media sosial. Sebagian warganet bersimpati pada Inara yang dianggap “berjuang demi kepastian hukum”, sementara yang lain menilai bahwa poligami tanpa izin istri pertama adalah bentuk pengkhianatan terhadap komitmen pernikahan.
“Kalau mau poligami, izin dulu. Jangan sudah terlanjur, baru minta restu,” komentar seorang netizen di kolom Instagram Inara.
Di sisi lain, ada pula yang menyoroti perlindungan hukum bagi perempuan dalam pernikahan siri, yang rentan kehilangan hak dalam perceraian, warisan, atau jaminan kesehatan.
Menanti Titik Terang di Awal Tahun Baru
Di awal tahun 2026 ini, kisah Inara Rusli dan Insanul Fahmi menjadi cerminan tantangan hukum, agama, dan emosi dalam praktik poligami di Indonesia. Sementara Inara berharap pada restu dan keikhlasan, Mawa tetap teguh menuntut keadilan. Di tengahnya, Insanul berusaha menjaga keseimbangan—antara cinta, tanggung jawab, dan hukum.
Apapun keputusan akhirnya, kasus ini mengingatkan kita bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga soal hak, tanggung jawab, dan pengakuan—baik di mata Tuhan maupun negara.