Pernikahan Dini Gen Z di Netflix Tuai Kritik Pedas dari Tenaga Medis: Ini 3 Alasan Utamanya!

Pernikahan Dini Gen Z di Netflix Tuai Kritik Pedas dari Tenaga Medis: Ini 3 Alasan Utamanya!

Pernikahan gen z-Instagram-

3. Penyebutan Aspirin sebagai Obat Penggugur Kandungan: Bahaya yang Diremehkan
Adegan lain yang menuai sorotan adalah ketika salah satu karakter menyebut bahwa aspirin—obat yang mudah diakses oleh pelajar SMA—bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan. Pernyataan ini dinilai sangat berbahaya oleh tenaga medis.

“Aspirin adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) yang juga berfungsi sebagai pengencer darah, bukan abortifakian (obat penggugur kandungan),” tegas sang bidan. Penggunaan aspirin sembarangan selama kehamilan justru dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal, gangguan ginjal, hingga kelainan janin. Dalam dosis tinggi dan tanpa pengawasan medis, aspirin bisa berakibat fatal—bukan hanya bagi janin, tetapi juga ibu hamil.



Baca juga: Kesempatan Emas! Kementerian HAM Buka 500 Formasi PPPK 2025 – Cek Syarat, Jadwal, dan Link Download Surat Lamaran Resmi

Yang lebih mengkhawatirkan, dialog ini berpotensi memicu tindakan nekat dari remaja yang mengalami kehamilan tak diinginkan. “Mereka mungkin berpikir bahwa aspirin adalah solusi cepat dan aman. Padahal, ini justru bisa membahayakan nyawa,” imbuhnya.

Respons Produksi dan Pemeran: “Ini Peringatan, Bukan Inspirasi”
Di tengah sorotan publik, Aliando Syarief selaku pemeran utama angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Pernikahan Dini Gen Z tidak ditujukan sebagai kisah inspiratif, melainkan sebagai cerminan peringatan bagi generasi muda. “Kami tidak ingin kalian meniru Dini dan Rangga. Kami ingin kalian belajar dari kesalahan mereka,” ujarnya dalam wawancara eksklusif.


Namun, para kritikus berpendapat bahwa niat baik produksi harus dibarengi dengan penyampaian yang lebih bertanggung jawab—terutama dalam industri hiburan yang memiliki jangkauan luas. Banyak pihak menyarankan agar setiap episode serial semacam ini disertai dengan tagline edukatif atau kolaborasi dengan lembaga kesehatan untuk memastikan pesan yang disampaikan tidak disalahpahami.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya