Dedi Mulyadi Dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025: Sederhana, Humanis, dan Berani Ubah Jawa Barat

Dedi Mulyadi Dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025: Sederhana, Humanis, dan Berani Ubah Jawa Barat

Dedy-Instagram-

Popularitas yang Menembus Batas Provinsi
Yang menarik, popularitas Dedi Mulyadi tak hanya mengakar di Jawa Barat. Di berbagai daerah di luar Pulau Jawa—dari Medan hingga Makassar—namanya kerap disebut dengan penuh hormat. Panggilan akrab “Bapak Aing” bahkan menjadi trending topic di media sosial, terutama saat ia tampil dalam kunjungan kerja atau aksi kemanusiaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan humanis, transparan, dan berani mengambil keputusan sulit ternyata memiliki resonansi nasional. Dalam survei terbaru oleh Lembaga Riset Kebijakan Publik (LRKP) pada Desember 2025, Dedi Mulyadi menduduki peringkat pertama dalam kategori “Gubernur Paling Dicintai Rakyat”, mengungguli 33 gubernur lainnya.



Menuju Jawa Barat Istimewa, Tanpa Menghiraukan Suara Kritis
Dedi Mulyadi memang tak pernah mengklaim dirinya sempurna. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, satu hal yang tak pernah goyah: tekadnya menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang “Istimewa”—bukan hanya dalam slogan, tapi dalam kenyataan.

Baca juga: Harga Pertamax dan BBM Non-Subsidi Turun per 1 Januari 2026: Kabar Gembira di Awal Tahun untuk Pengguna Kendaraan Bermotor

Baca juga: Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'


“Saya tak peduli siapa yang nyinyir. Yang penting rakyat merasakan perubahan. Itu kompas saya,” tegasnya dalam sebuah sesi ngobrol santai dengan warga di kawasan Garut Selatan.

Dan mungkin, justru sikap inilah yang membuatnya layak menyandang gelar Gubernur of The Year 2025. Bukan karena bebas kritik, tapi karena berani bergerak meski dikritik; bukan karena sempurna, tapi karena konsisten berbuat nyata.

Di tengah iklim politik yang kerap dipenuhi retorika kosong, kehadiran figur seperti Dedi Mulyadi menjadi angin segar—bukti bahwa kepemimpinan yang rendah hati, berani, dan berpihak pada rakyat masih mungkin diwujudkan.

Maka, ketika dunia membutuhkan teladan dari para pemimpin daerah, nama Dedi Mulyadi layak dituliskan di halaman depan—bukan hanya sebagai gubernur, tapi sebagai manusia yang tulus ingin mengabdi.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya