Dedi Mulyadi Dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025: Sederhana, Humanis, dan Berani Ubah Jawa Barat

Dedi Mulyadi Dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025: Sederhana, Humanis, dan Berani Ubah Jawa Barat

Dedy-Instagram-

Dedi Mulyadi Dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025: Sederhana, Humanis, dan Berani Ubah Jawa Barat

Nama Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan nasional. Pada awal tahun 2026, mantan Bupati Purwakarta ini resmi dinobatkan sebagai Gubernur of The Year 2025—penghargaan bergengsi yang mengapresiasi kepemimpinan luar biasa di tingkat provinsi. Penobatan ini bukan sekadar formalitas. Ia lahir dari jejak konsisten, aksi nyata, serta daya tarik personal yang berhasil menembus batas geografis Jawa Barat.



Kiprah Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat memang tak pernah lepas dari sorotan media. Namun, kali ini, pengakuan datang bukan hanya dari pemberitaan viral, melainkan dari penilaian objektif berbagai lembaga pemerhati pemerintahan, akademisi, dan masyarakat sipil yang melihat transformasi nyata di bawah kepemimpinannya.

Kinerja Nyata di Tengah Tantangan Kompleks
Sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Ridwan Kamil, hingga kini menjadi figur sentral dalam roda pemerintahan provinsi, Dedi Mulyadi tak pernah berhenti bergerak. Meski banyak agenda pembangunan yang belum tuntas—mengingat skala besar dan kompleksitas masalah di provinsi berpenduduk terpadat di Indonesia—kemajuan yang telah dicapai tak bisa dianggap remeh.

Salah satu langkah paling berani adalah pemangkasan pos-pos anggaran yang dianggap boros dan tidak produktif di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini menuai pro dan kontra, namun Dedi tegas: “Anggaran rakyat harus kembali ke rakyat, bukan untuk kepentingan birokrasi yang stagnan.”


Di sisi lain, penataan infrastruktur publik juga menjadi prioritas utama. Di Bekasi, misalnya, proses revitalisasi fasilitas umum sempat menuai polemik karena melibatkan penggusuran bangunan yang melanggar aturan. Namun, Dedi menegaskan bahwa pembangunan harus berlandaskan hukum dan kepentingan kolektif jangka panjang. “Kami tak ingin membangun ilusi. Kami ingin membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif.

Humanis, Murah Hati, dan Tak Kenal Lelah Membantu
Jauh sebelum menjadi gubernur, Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan rakyat. Gaya hidupnya sederhana, tak jauh berbeda dari warga biasa. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan jiwa dermawan yang luar biasa.

Saat bencana melanda—entah di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat—Dedi Mulyadi tak pernah ragu terbang langsung membawa bantuan. Bukan sekadar simbolis, tapi dalam jumlah besar dan cepat. Ia bahkan kerap mengeluarkan dana pribadi untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran.

Tindakan ini tentu mengundang kritik dari sejumlah pihak yang menyebutnya sebagai “gubernur konten”—istilah yang kerap dilekatkan pada pejabat yang dianggap hanya mencari popularitas lewat aksi sosial di media sosial. Namun, Dedi menanggapinya dengan tenang. “Kalau membantu orang lain dianggap pencitraan, maka izinkan saya terus ‘bercitra’ sepanjang hayat,” jawabnya sambil tersenyum khas.

Reformasi Sosial dan Pendidikan Karakter
Di luar infrastruktur dan bantuan sosial, Dedi juga fokus pada pembangunan sumber daya manusia—khususnya generasi muda yang mulai kehilangan arah. Melalui program pelatihan berbasis disiplin ala militer, ribuan pelajar bermasalah dikumpulkan, dibina, dan diajak merenungkan masa depan mereka.

Program ini bukan tanpa kontroversi. Beberapa kelompok hak asasi manusia sempat mempertanyakan metodenya. Namun, respons positif justru datang dari orang tua dan guru yang melihat perubahan signifikan pada sikap dan perilaku para remaja tersebut. “Mereka kembali punya harga diri dan rasa tanggung jawab,” kata seorang koordinator sekolah di Bandung.

Selain itu, Dedi juga menginisiasi program bantuan komprehensif bagi warga kurang mampu—mulai dari beasiswa pendidikan, biaya pengobatan, hingga modal usaha mikro. Data dari Dinas Sosial Jawa Barat menunjukkan, lebih dari 500 ribu keluarga telah menerima bantuan langsung sejak awal kepemimpinannya.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya