Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'

Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'

Prabowo-Instagram-

Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'

Presiden Prabowo Subianto angkat suara terkait kritik yang terus menghujani pemerintahannya, terutama para menteri yang disebutnya “serba salah” dalam menjalankan tugas. Dalam Rapat Terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), Prabowo tak segan mengungkap rasa prihatin terhadap narasi negatif yang kerap disematkan oleh sejumlah komentator terhadap langkah-langkah pemerintah.



"Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan, yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator, dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif," ujar Prabowo dengan nada tegas namun tetap tenang.

Kritik yang Kontradiktif: Hadir Tak Berguna, Tidak Hadir Disebut Abai
Presiden ke-8 Republik Indonesia ini lalu memberikan contoh konkret betapa paradoksnya kritik yang diterima oleh para pejabat. Ia mencontohkan situasi saat menteri datang ke lokasi bencana:

“Untuk apa menteri datang ke tempat bencana hanya datang melihat?”


Namun, di sisi lain, jika menteri tidak datang, justru dicap sebagai “tidak peduli”.

“Saudara-saudara, serba susah,” imbuhnya sambil menggelengkan kepala, seolah menunjukkan betapa dilematisnya posisi pejabat publik di tengah sorotan publik yang penuh prasangka.

Prabowo menekankan bahwa kedatangan pejabat ke lapangan bukan sekadar formalitas atau pencitraan. Tujuannya justru untuk memahami realitas di akar rumput: mengidentifikasi masalah, mendengarkan keluhan warga, serta mempercepat penanganan. “Masa menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat,” paparnya.

Turun Langsung: Cara Prabowo Verifikasi Masalah di Lapangan
Presiden Prabowo, yang dikenal gemar turun langsung ke lokasi bencana atau wilayah terpencil, mengaku sering langsung berdialog dengan gubernur, bupati, hingga warga setempat saat melakukan kunjungan kerja. Dalam kunjungan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, misalnya, ia tak ragu menanyakan langsung usulan dan keluhan para kepala daerah.

“Dengan turun langsung, saya jadi tahu problematika yang sesungguhnya. Tidak hanya dari laporan tertulis atau grafik, tapi dari suara rakyat,” ujarnya.

Pendekatan berbasis bukti atau evidence-based inilah yang menjadi fondasi pemerintahan Prabowo. Ia meyakini bahwa rakyat Indonesia bukanlah pendengar yang mudah terbuai oleh retorika, melainkan pencari kebenaran yang nyata.

“Pemimpin Harus Siap Dihujat dan Difitnah”
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan nasihat kepada para menteri dan pejabat daerah agar tidak patah semangat meski kerap menjadi sasaran kritik pedas, bahkan fitnah. “Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah,” tegasnya.

Namun, ia juga memberikan penekanan penting:

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya