Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'

Hadir Disalahkan, Tidak Hadir Dikritik! Serba Salah Jadi Menteri di Era Prabowo 'Pemimpin Harus Siap Dihujat'

Prabowo-Instagram-

“Tapi tidak boleh kita terpengaruh, dan tidak boleh kita patah semangat.”

Bagi Prabowo, selama hati nurani bersih dan tindakan didasari niat tulus untuk rakyat, maka fitnah dari luar tak akan menggoyahkan langkah. Justru, menurutnya, kritik—meski tidak adil—bisa menjadi cermin untuk lebih waspada dan introspektif.



Lebih Percaya pada Bukti daripada Wawancara
Menariknya, Prabowo juga menjelaskan alasan mengapa ia jarang memberikan wawancara eksklusif kepada media massa. Bukan karena tidak menghargai pers, melainkan karena ia sangat memahami psikologi rakyat Indonesia.

“Kalau saudara perhatikan, saya jarang kasih wawancara dengan pers. Bukan saya tidak hormati pers. Saya mengerti psikologi rakyat Indonesia—rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti, bukti,” paparnya dengan penuh keyakinan.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang dalam “misi membuktikan”, bukan sekadar berjanji. Setiap kunjungan kerja para menteri dan pejabat, menurutnya, adalah bagian dari proses transparansi dan akuntabilitas.


“Kalau ada menteri-menteri pejabat turun, itu dia tidak turun untuk wisata. Dia datang, melihat, mencatat, mengerti, dan mengambil keputusan,” tandasnya.

Baca juga: 10 Kalimat Januari J-nya Apa? yang Viral di Instagram dan TikTok, Cocok Jadi Caption Harapan Awal Tahun 2026

Refleksi di Awal Tahun: Menjaga Semangat di Tengah Badai Kritik
Ucapan Presiden Prabowo ini terasa sangat relevan di awal tahun 2026—tahun penuh tantangan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun bencana alam. Di tengah gejolak informasi yang cepat dan opini publik yang mudah terpolarisasi, pernyataannya menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan tentang popularitas, melainkan keteguhan dalam mengemban amanah.

Bagi masyarakat, kisah “serba salah” yang dialami para pejabat ini juga menjadi cerminan betapa pentingnya sikap kritis yang sehat—bukan hanya menyalahkan, tapi juga memberikan solusi, serta memahami kompleksitas tugas pemerintahan.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya