Super Flu Mulai Menyebar di Indonesia: Kenali 6 Gejala Umum dan Kelompok yang Paling Rentan
flu-pixabay-
Super Flu Mulai Menyebar di Indonesia: Kenali 6 Gejala Umum dan Kelompok yang Paling Rentan
Indonesia kini dihadapkan pada ancaman baru wabah pernapasan musiman: Super Flu, julukan populer untuk varian terbaru virus Influenza A (H3N2) subclade K. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara resmi mengonfirmasi keberadaan virus ini di Tanah Air sejak 25 Desember 2025. Meski belum menimbulkan lonjakan kasus berat, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengenali gejala-gejalanya sedini mungkin.
Apa Itu Super Flu?
Super Flu bukanlah penyakit yang sama sekali baru, melainkan mutasi terkini dari virus Influenza A (H3N2)—salah satu strain flu musiman yang telah beredar selama puluhan tahun. Subclade K, sebutan ilmiah untuk varian ini, pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan pada Juni 2025. Sejak saat itu, penyebarannya tergolong cepat di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.
Dr. Prima Yosephine, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian influenza sebelumnya. Namun, kecepatan transmisinya dan potensi dampak pada kelompok rentan tetap menjadi perhatian utama otoritas kesehatan.
Siapa yang Paling Berisiko?
Meski gejalanya umumnya ringan hingga sedang, Super Flu berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada kelompok tertentu. Menurut Kemenkes, lansia (usia di atas 60 tahun), penderita gangguan imunitas, serta individu dengan kondisi fisik yang lemah atau penyakit penyerta kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan paru) berada dalam kategori paling rentan.
“Virus ini menyerang sistem pernapasan, dan pada tubuh yang tak cukup kuat untuk melawannya, infeksi bisa berlanjut ke pneumonia atau eksaserbasi penyakit kronis,” jelas dr. Prima dalam keterangan pers virtual awal pekan ini.
Gejala Super Flu: Mirip Flu Biasa, Tapi Lebih Menguras Tenaga
Salah satu tantangan dalam mengenali Super Flu adalah kemiripannya dengan gejala influenza biasa. Namun, yang membedakan adalah intensitas kelelahan dan durasi inkubasi yang cukup khas.
Virus membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari sejak terpapar hingga gejala mulai muncul—lebih lama dibanding flu biasa yang kerap menunjukkan gejala dalam 1–2 hari. Berikut enam gejala umum yang perlu diwaspadai:
Sakit tenggorokan yang terasa perih dan mengganggu saat menelan
Batuk kering atau berdahak, yang bisa bertahan hingga lebih dari satu minggu
Hidung berair atau tersumbat, sering kali disertai bersin-bersin
Nyeri otot dan tubuh, terutama pada punggung, lengan, dan kaki
Sakit kepala yang menekan, kadang disertai demam ringan hingga sedang
Kelelahan ekstrem, di mana penderita merasa lemas hingga sulit beraktivitas normal
Yang perlu dicatat, gejala kelelahan pada Super Flu cenderung lebih parah dibanding flu musiman biasa. Banyak pasien melaporkan butuh waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya—kadang hingga 10–14 hari.