Viral di Medsos, Shenny Sen Tuai Kritik Usai Jual Sambal Cumi yang Dibuat di Atas Alas Kotoran Anjing

Viral di Medsos, Shenny Sen Tuai Kritik Usai Jual Sambal Cumi yang Dibuat di Atas Alas Kotoran Anjing

Shenny-Instagram-

Viral di Medsos, Shenny Sen Tuai Kritik Usai Jual Sambal Cumi yang Dibuat di Atas Alas Kotoran Anjing
Nama Shenny Sen tiba-tiba mencuri perhatian publik setelah unggahan kontennya di media sosial memicu kontroversi besar. Wanita muda berusia sekitar 27 tahun ini menjadi sorotan bukan karena konten lucu atau menginspirasi, melainkan karena cara memasak yang dianggap tidak higienis: ia menjual sambal cumi yang dibuat di atas alas yang disebut-sebut mengandung kotoran anjing peliharaannya.

Video tersebut langsung menyebar viral di berbagai platform, terutama TikTok, dan memantik gelombal kritik dari warganet, pakar kesehatan, hingga pelaku industri kuliner. Banyak yang mempertanyakan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam proses produksi makanan yang dijual ke publik.



Siapa Sebenarnya Shenny Sen?
Shenny Sen dikenal sebagai seorang kreator konten digital yang aktif di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Ia kerap membagikan momen kesehariannya yang penuh warna—dan tak jarang, penuh kekacauan—dari sebuah kamar kos kecil yang ia tempati bersama tiga ekor anjing peliharaan.

Konten-kontennya biasanya menampilkan suasana hidup sederhana di kota besar: ruangan sempit yang penuh dengan barang, interaksi harian dengan hewan peliharaannya, hingga aktivitas memasak ala kadarnya. Gaya kontennya yang “nyentrik” dan relatable berhasil menarik perhatian ratusan ribu pengikut.

Namun, popularitasnya justru meledak dalam nuansa negatif ketika video pembuatan sambal cumi rumahan miliknya beredar luas. Dalam video tersebut, tampak Shenny tengah mengulek bumbu sambal di atas permukaan lantai yang diduga tercemar kotoran anjing—tanpa alas bersih atau prosedur sanitasi yang memadai.


Media Sosial yang Menjadi “Panggung” dan “Medan Perang”
Shenny Sen aktif di TikTok dengan dua akun utama: @XsShennySen dan @XsShennySenreal. Akun utamanya telah mengumpulkan lebih dari 600 ribu pengikut, sementara akun Instagram-nya @shennysen12 juga diikuti oleh puluhan ribu pengguna.

Sebelum insiden sambal cumi, konten-kontennya cenderung bersifat santai dan menggambarkan kehidupan urban generasi muda: dari masak-memasak ala anak kos hingga momen menggemaskan bersama hewan peliharaan. Banyak pengikutnya yang merasa terhibur dan merasa “ada yang seperti dirinya” dalam kisah Shenny.

Namun, setelah video tersebut viral, ribuan komentar negatif membanjiri unggahannya. Warganet menyoroti potensi risiko kesehatan, kelalaian dalam menjaga kebersihan, serta tanggung jawab moral seorang penjual makanan—meski hanya skala rumahan.

Beberapa netizen bahkan membandingkan praktik Shenny dengan standar keamanan pangan nasional, menekankan betapa pentingnya menjaga higiene saat memproduksi makanan untuk konsumsi publik, terlepas dari skala bisnisnya.

Respons Publik dan Dampak pada Citra Personal
Insiden ini bukan hanya soal “viral sehari”, melainkan menjadi bahan diskusi serius di ranah kesehatan masyarakat dan etika bisnis kuliner rumahan. Banyak ahli gizi dan pengawas keamanan pangan yang menekankan bahwa kontaminasi silang—terutama dari kotoran hewan—dapat menyebabkan penyakit serius seperti salmonellosis, E. coli, hingga parasit zoonosis.

Beberapa komunitas pecinta hewan pun angkat suara, menegaskan bahwa mencintai hewan tidak berarti mengabaikan kebersihan lingkungan bersama. “Kita boleh sayang anjing, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan orang lain,” tulis salah satu komentar populer di kolom komentar video tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Shenny Sen terkait kritik yang menghujani dirinya. Namun, beberapa unggahan terbarunya menunjukkan upaya untuk “membersihkan” citra, termasuk menampilkan proses memasak di area yang tampak lebih rapi dan menggunakan alas bersih.

Baca juga: Bani Anaknya Siapa? Inilah Biodata TikToker yang Resmi Menikah dengan Dissa, Bukan Orang Sembarangan?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya