Siapa Anak dan Istri Viktor Laiskodat? Sosok yang Viral Usai Kontroversi Pernyataan Hutan Bukan Paru-paru Dunia, Bukan dari Kalangan Orang Biasa?

Siapa Anak dan Istri Viktor Laiskodat? Sosok yang Viral Usai Kontroversi Pernyataan Hutan Bukan Paru-paru Dunia, Bukan dari Kalangan Orang Biasa?

Viktor-Instagram-

Meski didukung oleh koalisi partai di DPRD NTT, ia gagal memenangkan pilgub. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya menyerah. Setahun kemudian, pada 2004, Viktor bergabung dengan Partai Golkar dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT II. Ia berhasil terpilih dan menjabat selama satu periode.

Setelah vakum selama lima tahun pasca masa jabatannya berakhir, Viktor kembali ke panggung politik pada 2014, kali ini di bawah bendera Partai NasDem. Popularitasnya terus meningkat, terutama setelah ia terpilih sebagai Gubernur NTT periode 2018–2023. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah program pembangunan infrastruktur dan pariwisata digenjot, meski tak lepas dari sorotan terkait kebijakan lingkungan.



Baca juga: Profil Biodata Bani TikToker yang Resmi Menikah dengan Dissa dengan Maskawin 80 Gram Emas, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG

Pada Oktober 2019, menjelang pembentukan Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo–Ma’ruf Amin, nama Viktor sempat masuk radar sebagai calon menteri. Namun, ia menolak tawaran tersebut dengan alasan ingin menyelesaikan amanahnya sebagai Gubernur NTT.

Kini, Viktor menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, kembali mewakili dapil NTT II dari Partai NasDem.


Kontroversi yang Mengingatkan pada Urgensi Literasi Sains
Pernyataan Viktor Laiskodat kali ini bukan hanya soal kesalahan fakta—tetapi juga menyoroti pentingnya literasi sains di kalangan pemimpin publik. Di tengah krisis iklim global yang semakin mengkhawatirkan, pernyataan yang meremehkan peran hutan bisa berdampak serius pada persepsi publik dan kebijakan lingkungan.

Hutan bukan sekadar “pabrik oksigen”. Ia adalah benteng terakhir bagi ribuan spesies, penjaga kualitas udara, pengendali banjir, dan penstabil suhu Bumi. Mengurangi perannya hanya karena kontribusi oksigen “nomor tiga” adalah penyederhanaan berbahaya yang bisa menyesatkan kebijakan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya