Sinopsis Train to Busan di Movievaganza Hari Ini, 2 Januari 2026 di Trans7
Train-Instagram-
Sinopsis Train to Busan di Movievaganza Hari Ini, 2 Januari 2026 di Trans7
Sinopsis “Train to Busan” Tayang di Movievaganza Trans7 – Perjalanan Kereta yang Berubah Jadi Mimpi Buruk di Tengah Wabah Zombie
Penggemar film horor thriller Korea Selatan patut bersiap! Salah satu film paling ikonik dalam genre zombie, “Train to Busan”, bakal tayang dalam program Movievaganza di Trans7, hari ini, Jumat, 2 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Film garapan sutradara Yeon Sang-ho ini tidak hanya menawarkan ketegangan visual yang memacu adrenalin, tetapi juga menyuguhkan kisah emosional tentang pengorbanan, ayah dan anak, serta nilai kemanusiaan di tengah krisis.
Perjalanan Ulang Tahun yang Berubah Tragis
Cerita dimulai dengan Seok-woo (diperankan oleh Gong Yoo), seorang manajer investasi yang sibuk dan terkadang egois, yang berusaha memperbaiki hubungan dengan putrinya, Soo-an (Kim Su-an). Di hari ulang tahun sang putri, Seok-woo mengajaknya naik kereta cepat KTX dari Seoul menuju Busan untuk menemui ibunya—sekaligus mantan istrinya—dalam upaya rekonsiliasi keluarga.
Namun, harapan damai dan penuh kehangatan itu runtuh dalam sekejap. Tepat sesaat setelah kereta berangkat, wabah zombie yang misterius mulai menyebar dengan cepat. Penumpang satu per satu berubah menjadi makhluk haus darah, dan kereta yang awalnya menjadi simbol kenyamanan modern berubah menjadi jebakan maut berkecepatan tinggi.
Ketegangan di Setiap Gerbong
Apa yang membuat “Train to Busan” begitu istimewa bukan hanya aksi menegangkan atau efek visual zombie-nya, tapi juga konstruksi naratifnya yang apik. Setiap gerbong kereta menjadi arena pertarungan antara insting bertahan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah kekacauan, Seok-woo harus berubah dari ayah yang acuh menjadi pelindung yang rela mengorbankan nyawa demi keselamatan putrinya.
Film ini juga menampilkan karakter-karakter pendukung yang kuat, seperti pasangan suami-istri Sang-hwa (Ma Dong-seok) dan Seong-kyeong (Jung Yu-mi), serta atlet baseball Yong-guk (Choi Woo-shik) dan pacarnya Jin-hee (An So-hee). Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan memperkaya dimensi moral dalam film—di mana setiap pilihan menyelamatkan nyawa bisa berarti mengorbankan orang lain.