Daftar Pemenang MAMA Awards 2025 Chapter 2 di Hong Kong ada G-Dragon Borong Penghargaan Bersama Stray Kids dan aespa
mama-Instagram-
Daftar Pemenang MAMA Awards 2025 Chapter 2 di Hong Kong ada G-Dragon Borong Penghargaan Bersama Stray Kids dan aespa
Malam puncak kedua Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2025 resmi menutup tirai perhelatan musik terbesar Asia tersebut dengan gegap gempita di Kai Tak Stadium, Hong Kong. Setelah dua hari berturut-turut menghadirkan pertunjukan spektakuler, kolaborasi tak terduga, dan momen emosional yang menyentuh, MAMA Awards 2025 Chapter 2 pada Sabtu (29/11) menobatkan sederet nama besar K-pop sebagai penerima penghargaan paling bergengsi tahun ini—dengan G-Dragon mencuri perhatian sebagai Artist of the Year.
Ajang yang diselenggarakan oleh Mnet ini sekali lagi membuktikan bahwa industri musik Korea Selatan terus bergerak dinamis, menghadirkan inovasi, teknologi, dan ekspresi artistik yang mengguncang panggung global. MAMA 2025 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga panggung perayaan keberagaman bakat, kegigihan, serta kekuatan narasi visual dan musikal para artisnya.
G-Dragon Kembali ke Puncak: Sang Legenda Kembali Bersinar
Salah satu momen paling monumental malam itu adalah ketika G-Dragon, ikon K-pop sekaligus pemimpin BIGBANG, dinobatkan sebagai Artist of the Year dan Best Male Artist. Kemenangannya kali ini bukan sekadar pengakuan atas karya barunya “TOO BAD” (feat. Anderson .Paak), melainkan juga apresiasi atas dedikasinya selama hampir dua dekade dalam membentuk wajah K-pop modern.
Penampilan solonya yang penuh energi, penuh makna visual, dan sarat dengan eksperimen artistik menjadi bukti bahwa G-Dragon tetap relevan—bahkan di tengah generasi baru yang tumbuh dengan gaya dan pendekatan berbeda. Ia juga memenangkan Best Dance Performance Male Solo untuk “TOO BAD”, menegaskan dominasinya sebagai penyanyi solo pria yang tak tertandingi dalam hal koreografi, konsep, dan keberanian artistik.
Stray Kids Raih Daesang: KARMA Jadi Album Tahun Ini
Di kategori album, Stray Kids membawa pulang Album of the Year (Daesang) lewat karya monumental mereka, KARMA. Album ini bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi narasi kompleks tentang konsekuensi, penebusan, dan pertumbuhan—tema yang terasa sangat personal namun universal.
Grup yang dikenal dengan keterlibatan penuh dalam produksi musik mereka ini sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar boy group, melainkan artist-collective yang mampu menggabungkan lirik yang dalam, produksi inovatif, dan pertunjukan panggung yang intens. Penerimaan penghargaan Daesang ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan mereka sejak debut pada 2018.
aespa: Kuat di Panggung, Kuat di Koreografi
Di sisi lain, aespa tampil sebagai salah satu kekuatan dominan malam itu dengan empat trofi yang dibawa pulang. Mereka dinobatkan sebagai Best Female Group, Best Dance Performance Female Group, Best Choreography, dan turut diapresiasi oleh penyelenggara atas performa panggung mereka yang memukau untuk lagu “Whiplash”.
Koreografi “Whiplash” memang menjadi sorotan sejak dirilis—gerakan tajam, sinkronisasi presisi, dan konsep futuristik yang menyatu dengan identitas virtual mereka menciptakan pengalaman audiovisual yang sulit ditandingi. Kemenangan ini menegaskan posisi aespa bukan hanya sebagai girl group populer, tetapi sebagai pionir yang terus mendorong batas antara realitas dan dunia digital dalam K-pop.
SEVENTEEN Pertahankan Kekuatan Panggung
SEVENTEEN juga tidak mau ketinggalan. Grup beranggotakan 13 orang ini membawa pulang tiga penghargaan, termasuk Best Male Group dan Best Dance Performance Male Group untuk lagu “THUNDER”. Performa mereka yang penuh energi dan koreografi rumit yang dieksekusi dengan sempurna sekali lagi membuktikan mengapa mereka dikenal sebagai “self-producing idol group” yang tak kenal lelah.
Selain itu, kekompakan tim, chemistry antar member, dan loyalitas penggemar (CARAT) yang luar biasa menjadi fondasi kuat di balik kesuksesan mereka. Di tengah persaingan ketat di kategori pria, SEVENTEEN membuktikan bahwa konsistensi dan keaslian tetap menjadi kunci utama dalam industri yang terus berubah.
Kemenangan yang Menginspirasi: Rosé, Jennie, hingga Pendatang Baru
Tidak kalah mencuri perhatian, Rosé (BLACKPINK) memenangkan Best Female Artist dan Best Vocal Performance Solo untuk lagu “toxic till the end”, sebuah balada emosional yang menampilkan kedalaman vokal dan kepekaan artistiknya. Ia juga berkolaborasi dengan Bruno Mars dalam “APT ()”*, yang sukses besar secara global dan memenangkan Best Collaboration.
Sementara itu, mantan rekan satu grupnya, Jennie, membawa pulang dua penghargaan: Best Dance Performance Female Solo dan Best Music Video untuk “like JENNIE” dan “ZEN”. Visual kuat, konsep fashion yang berani, serta kepercayaan diri khas Jennie menjadi magnet utama di kedua karya tersebut.
Di antara nama-nama besar, kehadiran pendatang baru juga menyita perhatian. Grup izna dinobatkan sebagai Favorite Rising Artist, sementara ALLDAY PROJECT dan Hearts2Hearts membuktikan bahwa talenta baru terus bermunculan dengan kualitas yang tak kalah mumpuni, termasuk di ranah kecantikan dan gaya hidup lewat penghargaan Olive Young K-Beauty Artist.
Pengakuan Global dan Kolaborasi Lintas Budaya
MAMA Awards 2025 juga menegaskan komitmennya terhadap ekspansi global K-pop. JO1, boy group Jepang-Korea, memenangkan Favorite Asian Artist, sementara ZEROBASEONE dipilih langsung oleh komunitas internasional KCON sebagai Worldwide KCONers’ Choice.