Ecky Lamoh Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Inilah Kronologi Mantan Vokalis Edane dan Elpamas di Usia 64 Tahun

Ecky Lamoh Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Inilah Kronologi Mantan Vokalis Edane dan Elpamas di Usia 64 Tahun

Ecky-Instagram-

Ecky Lamoh Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Inilah Kronologi Mantan Vokalis Edane dan Elpamas di Usia 64 Tahun
Meninggal Dunia di Usia 64 Tahun, Dunia Rock Indonesia Berduka: Selamat Jalan Ecky Lamoh, Sang Legenda dengan Suara Emas

Dunia musik rock Tanah Air kembali kehilangan salah satu pilar terpentingnya. Pada hari Minggu, 30 November 2025, mantan vokalis legendaris band Edane dan Elpamas, Ecky Lamoh, mengembuskan napas terakhir di usia 64 tahun. Kabar duka ini langsung mengguncang komunitas musik nasional, mengingat sosok Ecky bukan hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga simbol keberanian, keaslian, dan semangat rock yang tak pernah pudar.



Kabar Duka dari Panggung Digital
Kabar kepergian Ecky Lamoh pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi band Edane. Dalam unggahan yang disebarkan lewat Instagram Story, Edane menulis dengan penuh kesedihan:

"RIP Mas Ecky the rock legend."

Unggahan singkat itu sontak memicu gelombang reaksi duka dari penggemar lama maupun musisi generasi muda yang mengagumi kiprahnya. Tak lama berselang, pihak keluarga membagikan pesan resmi yang memperkuat berita duka tersebut:


"Telah kembali ke pangkuan-Nya Alexander Theodore Lamoh, yang dikenal dengan Ecky Lamoh, musisi dan penyanyi rock Indonesia. Semoga tenang di sisi-Nya, diberi sabar bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin."

Perjuangan Terakhir Sang Legenda
Beberapa pekan sebelum kematiannya, kondisi kesehatan Ecky memang sempat menurun drastis. Kabar tentang sakitnya menyebar luas di media sosial, memicu keprihatinan dari seluruh penjuru negeri. Bahkan, band Edane dan sejumlah kerabat dekatnya sempat menginisiasi gerakan donasi untuk membantu biaya pengobatan sang vokalis.

Lewat unggahan yang banyak dibagikan, Edane menulis:

"Assalaamualaikum! Mohon do'a dari kawan-kawan semua untuk kesembuhan kawan kita, Eki Lamoh yang sedang sakit, semoga disembuhkan dan pulih seperti sediakala, aamiin."

Doa dan dukungan mengalir deras dari komunitas musik, penggemar, hingga rekan sesama musisi. Namun, takdir berkata lain. Perjuangannya melawan penyakit harus berakhir hari ini, meninggalkan luka mendalam bagi siapa pun yang pernah terinspirasi oleh musik dan kepribadiannya.

Ecky Lamoh: Jejak Panjang Sang Rocker dari Jakarta
Lahir di Jakarta pada 13 Juli 1961, Alexander Theodore Lamoh dikenal luas dengan nama panggung Ecky Lamoh. Ia tumbuh di tengah keluarga Minahasa dari Sulawesi Utara—Lamoh sendiri merupakan marga turun-temurun yang menandai akar etnisnya yang khas. Namun, justru dari ibu kota itulah jiwa rock-nya lahir dan berkembang.

Sejak kecil, ia kerap dipanggil "Leki" oleh keluarga. Sayangnya, lidah kecilnya belum mampu mengucapkan nama tersebut dengan tepat, dan jadilah "Eki"—yang kemudian dieja sebagai "Ecky" saat ia mulai tampil di panggung musik. Nama itu melekat sepanjang kariernya, menjadi simbol identitas sekaligus legasi.

Ecky dikenal memiliki vokal tinggi yang serak dan penuh emosi—ciri khas yang sulit ditiru dan menjadi penanda kuat dalam setiap lagu yang ia nyanyikan. Gaya vokalnya mencerminkan jiwa liar rock yang autentik, namun tetap menyisakan ruang untuk kerentanan dan kedalaman perasaan.

Jejak Karier di Elpamas dan Edane
Perjalanan Ecky di industri musik Indonesia dimulai pada era 1980-an, saat gelombang rock mulai mengguncang panggung hiburan Tanah Air. Ia pertama kali mencuri perhatian publik sebagai vokalis Elpamas, salah satu grup rock legendaris yang mengukir sejarah lewat lagu-lagu penuh energi dan lirik yang menyentuh realitas sosial masa itu.

Namun, puncak popularitasnya datang ketika ia bergabung dengan Edane, band rock papan atas yang dikenal dengan gitar cadas, riff yang menghentak, dan aksi panggung yang tak pernah setengah-setengah. Di tangan Ecky, lagu-lagu Edane seperti "Ikuti" dan "Rock in Peace" menjadi anthem generasi muda yang haus akan ekspresi bebas dan pemberontakan artistik.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya