Apa Tema Natal Nasional 2025 PGI? 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' jadi Pesan Harapan di Tengah Krisis Keluarga Modern

Apa Tema Natal Nasional 2025 PGI? 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' jadi Pesan Harapan di Tengah Krisis Keluarga Modern

natal-pixabay-

Apa Tema Natal Nasional 2025 PGI? 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' jadi Pesan Harapan di Tengah Krisis Keluarga Modern

Menjelang akhir tahun 2025, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) kembali menyuarakan panggilan rohani melalui tema Natal Nasional yang sarat makna. Tahun ini, tema yang dipilih adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diambil dari Injil Matius 1:21–24. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan respons pastoral atas realitas sosial yang kian menggerus keutuhan keluarga di tengah arus modernitas.



Penetapan tema ini merupakan hasil dari proses refleksi panjang yang melibatkan para pemimpin gereja, teolog, dan tokoh masyarakat Kristen dari berbagai denominasi. Melalui pendekatan teologis dan kontekstual, PGI dan KWI ingin memastikan bahwa perayaan Natal tidak hanya menjadi momen ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen iman dalam kehidupan keluarga.

Keluarga di Persimpangan Krisis
Menurut Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, keluarga masa kini menghadapi tantangan multidimensi yang semakin kompleks. “Dari masalah pinjaman online, perjudian daring, hingga ketegangan komunikasi antargenerasi—semua ini mengikis fondasi keluarga,” ujarnya dalam konferensi pers virtual yang digelar awal November 2025.

Lebih lanjut, Pdt. Manuputty menyoroti isu kesehatan mental yang kian mengemuka, terutama di kalangan remaja dan ibu rumah tangga. Tidak kalah penting, ia juga menyebut realitas keluarga dengan orang tua tunggal yang sering kali kesepian dan kelelahan tanpa dukungan memadai. Dalam konteks inilah, tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” menjadi penegas bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya—bahkan dalam situasi terberat sekalipun.


Natal: Bukan Hanya Perayaan, Tapi Transformasi
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, menekankan bahwa makna Natal 2025 harus melampaui dinding gereja dan menembus ruang-ruang keluarga. “Kita tidak hanya merayakan kelahiran Yesus secara liturgis, tetapi juga menghadirkan kasih-Nya dalam tindakan nyata,” katanya.

Dalam semangat itu, PGI dan KWI mendorong seluruh jemaat untuk menjadikan Natal sebagai panggilan untuk memulihkan hubungan yang retak, memperkuat komunikasi antaranggota keluarga, serta membangun rumah tangga yang menjadi tempat tumbuhnya kasih, pengampunan, dan pengharapan.

“Natal yang autentik adalah Natal yang menyentuh kehidupan nyata,” tambah Pdt. Darmawan. “Kita ingin umat tidak hanya menyanyikan ‘damai di bumi’, tapi juga menciptakan damai di rumah mereka.”

Perayaan Sederhana, Dampak Sosial Nyata
Menariknya, Panitia Natal Nasional 2025 juga mengumumkan pendekatan baru dalam merayakan hari suci ini: lebih sederhana, tetapi lebih bermakna. Alih-alih fokus pada dekorasi mewah atau acara seremonial yang megah, sebagian besar anggaran akan dialihkan untuk program bantuan sosial.

Langkah ini sejalan dengan semangat Injil yang menekankan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang rentan—termasuk keluarga miskin, lansia tanpa pendamping, anak-anak terlantar, dan korban kekerasan dalam rumah tangga. Gereja-gereja di berbagai daerah juga didorong untuk menggelar kegiatan seperti konseling keluarga, pelatihan parenting, hingga posko kesehatan mental selama masa Adven hingga Hari Raya Natal.

Baca juga: Profil Tampang Riyanti Sofyan Mantan Istri Irwan Yusuf Ayah Marshanda yang Dikabarkan Meninggal Dunia, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya