ASN Pemkot Surabaya Diduga Main Judi Slot Saat Jam Kerja, DPRD Minta Sanksi Tegas hingga Pemecatan!
Pemkot sby-Instagram-
ASN Pemkot Surabaya Diduga Main Judi Slot Saat Jam Kerja, DPRD Minta Sanksi Tegas hingga Pemecatan!
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diduga tengah asyik bermain judi slot online saat jam kerja tiba-tiba viral di media sosial. Konten tersebut langsung memicu gelombang kecaman dari publik dan menjadi sorotan tajam terhadap kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Tidak tinggal diam, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya pun angkat suara dan mendesak Wali Kota untuk memberikan sanksi tegas—bahkan hingga pemecatan—jika terbukti bersalah.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko—yang akrab disapa Cak Yebe—menegaskan bahwa praktik semacam ini merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, integritas dan profesionalisme ASN harus dijaga secara ketat, terlebih di lingkungan pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
“Kami minta siapa pun pegawai pemkot, baik ASN maupun non-ASN, yang terbukti secara sah melanggar disiplin kerja harus ditindak tegas oleh Wali Kota,” tegas Cak Yebe kepada awak media, Sabtu (29/11/2025).
Tidak Cukup Sekadar Viral, Tapi Harus Ada Proses Hukum
Cak Yebe menekankan bahwa penegakan disiplin tidak boleh hanya dilakukan karena tekanan viralitas media sosial, melainkan sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa masa berlaku bukti—entah video tersebut direkam tahun lalu atau baru-baru ini—tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan proses hukum administratif.
“Mau video itu dari tahun lalu sekalipun, selama ada indikasi pelanggaran disiplin di jam kerja, harus diproses sesuai aturan dan diberikan sanksi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang berintegritas,” ujarnya tegas.
Judi Online di Kantor: Pelanggaran Berat yang Merusak Mental ASN
Praktik judi daring, termasuk permainan slot online, dianggap oleh Cak Yebe sebagai bentuk pelanggaran berat yang tidak hanya melanggar kode etik ASN, tetapi juga berpotensi merusak mental, fokus, dan produktivitas pegawai negeri. Lebih dari itu, perilaku tersebut dapat menciptakan citra buruk terhadap institusi pemerintah di mata masyarakat.
“Kalau terbukti bermain judi online—termasuk slot—sanksinya harus tegas. Bahkan bisa sampai pemberhentian tidak hormat, karena ini bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa, tapi memberikan contoh buruk yang merusak kepercayaan publik,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Perlu Pengawasan Rutin dan Sistematis
Selain menuntut sanksi tegas terhadap pelaku, Cak Yebe juga mendorong penguatan mekanisme pencegahan melalui pengawasan yang rutin dan sistematis. Ia menyarankan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Inspektorat Kota Surabaya dilibatkan dalam operasi razia atau inspeksi mendadak (sidak) di jam kerja. Tujuannya jelas: untuk mencegah munculnya kembali kasus serupa dan memastikan setiap pegawai tetap fokus pada tugas pelayanan publik.
“Pengawasan tidak boleh bersifat reaktif. Harus proaktif, konsisten, dan menyentuh semua lini,” imbuhnya.
Atasan Juga Harus Dievaluasi
Yang tak kalah penting, Cak Yebe menekankan bahwa pertanggungjawaban tidak hanya berhenti pada pelaku. Ia menilai bahwa atasan langsung—seperti kepala dinas, kepala badan, atau kepala satuan—juga harus dievaluasi jika terbukti membiarkan atau gagal mengawasi bawahannya.
“Kadis, kaban, atau kasat yang anggotanya melanggar juga harus ikut dievaluasi. Sistem pengawasan berjenjang harus berjalan efektif agar kedisiplinan tidak hanya menjadi slogan kosong,” tegasnya.
Baca juga: SPOILER HEBOH Lookism 585 Bahasa Indonesia, Cerita Lookism Chapter 585 586 SUB INDO English RAW