“Abis diancam, kalau nanti (uangnya) cair, lihat saja, kamu akan saya kasih 30 juta, akan saya kasih, ya oke,” ungkapnya menirukan ucapan Tarman.

Namun, janji tersebut hingga kini tak kunjung ditepati. Upaya penagihan yang dilakukan AV Media terus menemui jalan buntu. Komunikasi dengan pihak Sheila dan Tarman semakin sulit, bahkan cenderung dihindari.

Firasat Buruk Sejak Awal
Menariknya, AV Media mengaku sebenarnya sudah memiliki firasat buruk sejak awal kerja sama dengan Tarman. Pasalnya, mereka mengaku sudah mengenal sosok Tarman sebelumnya, tepatnya saat berada di Surabaya.

“Sebelumnya kita sudah kenal, makanya kita sudah tahu track record-nya dia itu sudah nggak baik. Di Surabaya juga sudah nggak baik,” ungkapnya tegas.

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut: apakah reputasi Tarman di masa lalu memang buruk dalam hal kewajiban finansial? Jika benar, mengapa AV Media tetap bersedia menerima proyek ini? Kemungkinan besar, mereka berharap kali ini Tarman berubah—namun harapan itu tampaknya kandas.

Publik Bereaksi, Netizen Geram
Kasus ini langsung menjadi sorotan warganet. Banyak yang geram melihat sikap pasangan pengantin yang dianggap tidak bertanggung jawab. Di kolom komentar unggahan @ponorogoviral, netizen ramai-ramai mengecam tindakan Sheila dan Tarman.

“Mahar Rp3 miliar tapi nggak bayar vendor? Ini gimana logikanya?” tulis salah satu warganet.

“Kasihan vendor-nya. Kerja keras cuma buat dibohongi,” timpal yang lain.

Beberapa netizen bahkan menyerukan agar kasus ini dilaporkan ke pihak berwajib, mengingat nilai kerugian yang cukup signifikan dan potensi penipuan yang terjadi.

Baca juga: Bukan Cuma Pratama Arhan! Inilah Deretan Pemain Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert yang Berasal dari Jawa Tengah

Belum Ada Klarifikasi dari Pihak Sheila dan Tarman
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Sheila maupun Tarman terkait tuduhan tersebut. Mereka juga belum memberikan penjelasan mengenai status cek mahar Rp3 miliar—apakah benar-benar cair atau hanya sekadar simbolis.