Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo selama dua periode, yakni:

Periode 2009–2014
Periode 2019–2024
Artinya, Dedy bukan hanya paham betul dinamika parlemen, tapi juga punya jaringan luas dan pengalaman legislasi yang matang. Ia tahu bagaimana menyusun kebijakan, berdiplomasi antar-fraksi, serta memperjuangkan aspirasi konstituennya.

Tak hanya itu, pada Pilkada Boalemo 2024, Dedy Hamzah bahkan mencoba peruntungannya di ranah eksekutif. Ia maju sebagai calon Bupati Boalemo, berpasangan dengan Riko Jaini.

Pasangan ini diusung oleh koalisi empat partai besar: PDIP, Hanura, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Meskipun belum berhasil memenangkan kontestasi, pencalonannya menunjukkan bahwa Dedy masih punya daya tarik politik yang kuat di mata masyarakat dan partai-partai pengusung.

Latar Belakang Pendidikan & Karier: Dari Dunia Pendidikan ke Dunia Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Dedy Hamzah membangun fondasi akademiknya di bidang pendidikan. Ia menyelesaikan studi Strata-1 (S1) di Fakultas Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Latar belakang pendidikannya ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa ia dikenal sebagai sosok yang santun, sistematis, dan cenderung mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah — karakter yang sangat dibutuhkan di tengah hiruk-pikuk dunia politik saat ini.

Meskipun tak banyak informasi publik tentang karier profesionalnya sebelum menjadi anggota dewan, jejaknya di dunia pendidikan dan kepeduliannya terhadap isu-isu sosial membuatnya cukup populer di kalangan akademisi dan aktivis pendidikan di Gorontalo.

Mengapa Dedy Hamzah Layak Jadi Pengganti?
Ada beberapa alasan kuat mengapa Dedy Hamzah dianggap layak dan pantas menggantikan Wahyudin Moridu:

Baca juga: Nurdiansyah Firdaus Anaknya Siapa? Inilah Profil Tour Leader Falisha Journey yang Meninggal Dunia saat Open Trip di lereng Gunung Sumbing, Bukan Orang Sembarangan!