China Bebaskan Pendiri Gereja Zion Ezra Jin Setelah Tekanan AS
Pendiri Gereja Zion bawah tanah China, Ezra Jin, tiba di Amerika Serikat pada Jumat malam setelah dibebaskan dari penjara China.
Kabar itu dilaporkan The Guardian, menyusul lobi diplomatik intensif dari pemerintah AS.
>>> Perbandingan Pemain Free Fire vs PUBG Mobile 2026: Siapa Unggul?
Jin, warga negara China yang mendirikan gereja rumah pada 2007, termasuk di antara puluhan anggota yang ditahan saat penindakan besar-besaran terhadap umat Kristen pada Oktober lalu.
Pembebasannya merupakan langkah langka Beijing melepaskan warga negaranya di bawah tekanan asing.
Keluarga pendeta terkemuka itu mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pembebasan tak terduga ini dan memuji intervensi diplomatik aktif Washington.
"Kami benar-benar menyaksikan keajaiban dan diliputi sukacita," kata keluarga Jin. "Kami berterima kasih kepada Presiden Trump dan pemerintahannya atas kepemimpinan luar biasa mereka."
Istri dan anak-anak Jin sebelumnya meluncurkan beberapa permohonan langsung ke pemerintah AS. Putrinya, Grace Jin Drexel, bersaksi di hadapan Kongres pada November mengenai penahanan tersebut.
Terobosan diplomatik terjadi setelah Donald Trump secara langsung mengangkat isu tokoh agama yang ditahan dengan Presiden China Xi Jinping saat kunjungan resmi ke Beijing pada Mei.
Trump mengatakan China "sangat mempertimbangkan" pembebasan pendeta yang dipenjara, namun kemajuan pada kasus tokoh lain yang ditahan masih sulit.
>>> Kemenperin: Manufaktur Nasional Tunjukkan Resiliensi, IKI Juni 2026 Tetap Ekspansi
Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait pembebasan Jin.
Ibadah keagamaan di China secara hukum terbatas pada lembaga yang dikendalikan pemerintah, memaksa jutaan penganut tidak terdaftar ke jaringan bawah tanah independen.
Data resmi 2018 mencatat 44 juta umat Kristen di China, namun perkiraan independen menyebut angka sebenarnya mencapai sekitar 130 juta.
Gereja Zion beralih ke khotbah online untuk menjangkau ribuan anggota setelah otoritas memaksa lokasi fisiknya di Beijing tutup pada 2018.
Otoritas China memperluas tindakan terhadap gereja rumah setahun terakhir, menggerebek pertemuan Gereja Early Rain di Sichuan pada Juni dan menahan lebih dari 30 orang.
Sejumlah anggota Gereja Zion masih menghadapi tuntutan hukum di China meskipun pendirinya dibebaskan.
>>> Marsch Tetap Bangga Meski Kanada Tersingkir dari Piala Dunia
Kasus sembilan anggota yang ditahan telah dilimpahkan ke jaksa bulan lalu atas tuduhan penipuan dan operasi bisnis ilegal, sementara sembilan lainnya dibebaskan dengan jaminan menunggu persidangan.
Update Terbaru
Seven Seas Lisensi 16 Judul Baru di Anime Expo 2026
Minggu / 05-07-2026, 11:28 WIB
Musim Kedua Anime Black Clover Rilis Video Tema Pembuka dari WANIMA
Minggu / 05-07-2026, 11:28 WIB
Cuaca Ekstrem Tunda Pidato Trump di Peringatan 250 Tahun AS
Minggu / 05-07-2026, 11:27 WIB
Yono Sudah 8 Tahun Dampingi Ustaz Adi Hidayat, Unggahan soal Komisaris Jadi Sorotan
Minggu / 05-07-2026, 11:25 WIB
Menyimpan Dendam: Kisah Pemboikotan Toko Roti karena Dipermalukan
Minggu / 05-07-2026, 11:24 WIB
Transaksi QRIS Tumbuh 111,94 Persen pada Triwulan I-2026
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
Mentan Amran Bangga Petani Muda Merauke Kuasai Drone, Produktivitas Padi Melonjak
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
INDYCAR Drivers Root for Home Countries in World Cup
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
Nasib Pemain Cape Verde Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
Persib Bandung Resmi Datangkan Ragnar Oratmangoen dan Empat Pemain Anyar Lainnya
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
Prancis Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 11:23 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 6 - 12 Juli 2026
Minggu / 05-07-2026, 11:10 WIB
Harga Emas Pegadaian 5 Juli 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap Galeri 24, Antam, dan UBS
Minggu / 05-07-2026, 11:08 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Mbappe Cetak Gol, Prancis Singkirkan Paraguay dan Melaju ke Perempat Final
Minggu / 05-07-2026, 11:06 WIB







