Penulis Dave Schilling mengaku benci ulang tahun, termasuk ulang tahunnya sendiri yang akan tiba bulan depan.

Namun, ia merasa Amerika Serikat yang merayakan 250 tahun kemerdekaan pada 4 Juli layak mendapat hadiah yang lebih baik daripada sekadar pameran sepi dan kolam lumpur hijau.

>>> Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026

Schilling menawarkan tiga hadiah untuk negerinya. Pertama, menghapus sistem Electoral College yang dianggapnya merepotkan karena mengharuskan perhitungan matematika setiap empat tahun.

Ia mencontohkan bagaimana sistem itu memberi Donald Trump kursi presiden meski kalah suara populer pada 2016. Menurutnya, memilih presiden lewat sesi Dungeons & Dragons pun bisa lebih menghibur.

Puerto Rico Jadi Negara Bagian dan Season 9 Game of Thrones

Hadiah kedua adalah menjadikan Puerto Rico sebagai negara bagian AS.

Schilling beralasan AS menguasai 14 teritori, lima di antaranya berpenghuni, dan sudah saatnya bendera AS mendapat bintang baru.

Hadiah ketiga dan terpenting adalah memaksa HBO memproduksi season sembilan Game of Thrones.

Banyak warga AS kecewa dengan akhir serial itu, dan menurut Schilling, momen ini bisa menyatukan bangsa.

>>> 10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan

Ia bahkan bercanda menggunakan AI untuk menghasilkan 10 episode, meski hasilnya mungkin buruk dengan jari ekstra atau mata mati.

Namun, ia menganggapnya sebagai cara memanfaatkan investasi miliaran dolar di bidang kecerdasan buatan.

Schilling mengakui bahwa pameran sepi dan pagar di sekitar monumen nasional memang sesuai dengan suasana muram AS saat ini.

Namun, ia yakin lebih banyak yang bisa dilakukan.

Untuk merayakan ulang tahun AS dan dirinya sendiri, Schilling berencana membeli 30 kaleng bir, mengunci pintu, mendengarkan podcast Theo Von, dan mempertaruhkan tabungannya pada taruhan Kalshi bahwa Donald Trump akan menari YMCA di akhir pidatonya.

>>> Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat

"Bersembunyi, optimisme irasional, dan keputusan finansial buruk. Itulah Amerika," tulis Schilling, seorang penulis dan humoris asal Los Angeles.