Platform carpooling global, BlaBlaCar, resmi meluncurkan layanannya di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran BlaBlaCar menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus memperluas jangkauan operasionalnya menjadi 41 negara. Selain Indonesia, layanan ini juga telah tersedia di Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

>>> BTSE Group Resmi Masuk Indonesia, Sasar Pasar Kripto Teregulasi

Secara global, BlaBlaCar mengklaim memiliki sekitar 30 juta anggota aktif setiap tahunnya. Platform ini mempertemukan pengemudi yang memiliki kursi kosong dengan penumpang yang memiliki tujuan serupa.

Melalui sistem berbagi biaya, pengemudi dapat mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar dan tol. Sementara itu, penumpang memperoleh alternatif perjalanan yang lebih terjangkau.

Mengatasi Kemacetan dan Biaya Transportasi

Peluncuran layanan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap efisiensi energi dan tingginya biaya transportasi di Indonesia. Model carpooling dinilai dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.

Selain itu, sistem ini juga meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, menekan emisi karbon, serta mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan.

Kemacetan masih menjadi persoalan ekonomi yang membebani berbagai kota besar di Indonesia.

Di Jakarta saja, kerugian ekonomi akibat kemacetan diperkirakan mencapai sekitar US$6 miliar atau sekitar Rp100 triliun setiap tahun.

Jika memperhitungkan kota-kota besar lainnya, nilai kerugian tersebut diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Kondisi tersebut juga terjadi ketika biaya transportasi terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar pada April 2026 dengan inflasi sebesar 0,99 persen.

Kenaikan tarif penerbangan dan harga bahan bakar menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut. Dalam model yang diterapkan BlaBlaCar, rata-rata setiap perjalanan diisi oleh 2,1 penumpang.